![Aiptu M Manalu dan Babinsa saat mengecek pembelian pupuk bersubsidi pada petani Ujang di Kampung Sadang, Desa Cikarageman.[RAD]](https://posbekasi.com/wp-content/uploads/2016/12/Petani-Setu.jpg)
Pengecekan harga pupuk yang kini melambung tingggi itu langsung diperintahkan Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, pada jajarannya guna membantu petani yang kini mengeluhkan tingginya harga pupuk bersubsidi.
“Bersam Tiga Pilar Desa Cikarageman, Polisi mengecek toko penjual pupuk bersubsidi di Pasar Kojengkang, Cikarageman, guna memastikan ada tidaknya permainan harga pupuk subsidi,” kata Kapolsek Setu, AKP Agus Rohmat, di Setu, Kamis 15 Desember 2016.
Pengecekan yang dilakukan Aiptu M Manalu dan Babinsa di Pasar Kojengkang, Desa Cikarageman, oleh pedagang pupuk bersubsidi dari pemerintah yang di jual ke petani hingga saat ini belum ada indikasi permainan atau mafia harga pupuk subsidi.
![Aiptu M Manalu dan pedagang pupuk bersubsidi, Santa, di Pasar Kojengkang, Cikarageman.[RAD]](https://posbekasi.com/wp-content/uploads/2016/12/Aiptu-Manalu.jpg)
Toko pupuk urea milik Santa mendapat potongan harga Rp2000 per/kg, sehingga petani sangat terbantu. “Pemilik toko mendapatkan pupuk subsidi langsung dari distributor Inahop di Lemah Abang, Cikarang Timur,” kata Kaolsek.
Binmaspol dan Babinsa Desa Cikarageman juga melakukan pengecekan langsung ke petani di Kampung Sadang, Desa Cikarageman.
Ujang, petani yang ditemui Aiptu M Manalu menanyakan pemakaian pupuk bersubsidi. Penggunaan pupuk subsidi oleh Ujang dikarenakan air sawah dari musim penghujan hanya dua kali panen.
“Bila kesulitan air di musim kemarau, biasanya petani memakai mesin pompa untuk mengairi tanaman padi mereka,” terang Agus Rohmat.[RAD]

