Bekasi Online

Walikota Mediasi Konflik Warga dan Yayasan Al Kautsar Bintara Jaya

Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat bersama murid SD.[DOK]
Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat bersama murid SD.[DOK]
POSBEKASI.COM – Walikota Bekasi Dr Rahmat Effendi, bersama Asisten Daerah Bidang Pemerintaha A.Zarkasih M.Si, mendatangi Masjid Al-Kautsar, Bintara Jaya, guna mendiasi \ konflik warga sekitar Masjid Al-Kautsar dengan pengurus Yayasan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, kisah Masjid Jami’ Al Kautsar Perumahan Masnaga, Bintara, Bekasi Barat, terjadi konflik yang berawal adanya kelompok warga menuntut agar pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) diganti dengan yang baru. Alasan penggantian tersebut karena pengurus dianggap memiliki pemahaman radikal dan ekstrim.

Walau terdapat sekolah Taman Kanak -Kanak dilingkungan masjid dan yayasan tersebut namun akses ke dalam masjid ditutup di karenakan beberapa warga memiliki paham yang berseberangan dengan pengurus DKM yang dipengaruhi oleh konflik di masa lalu.

Ketua RW 012, Ismed M Syam,  mengatakan bahwa konflik yang terjadi bermula dari pelarangan baca doa, kajian fiqih, hingga merayakan hari-hari besar Agama Islam di Masjid Al-Kausar.Larangan itu dilakukan oleh pihak Yayasan. Padahal kata Syam, fasilitas sosial dan fasilitas umum (Fasos Fasum) yang digunakan DKM sebatas sewa dari Pemerintah Kota Bekasi.Sementara itu pihak yayasan berkata lain.

Tidak mau mendengar secara sepihak klaim warga maupun pihak yayasan ,Walikota Bekasi Dr.Rahmat Effendi meminta kepada semua pihak untuk melupakan masalah yang lalu,dirinya ingin warga sekitar dan Yayasan Al-Kautsar bersama-sama memakmurkan masjid dan membimbing umat dalam mendekatkan diri kepada penciptanya.

“Saya meminta semua pihak untuk saling memaafkan apapun masalah dimasa lalu,bagaimana kita bisa terus maju membangun umat kalau sesama umat islam berkonflik,ayo kita bersama-sama membangun umat dan memberikan contoh kepada anak-anak didik yang ada di sini  tentang pentingnya kebersamaan . Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya, jadi pikirkan kebaikan bersama,bukan memaksakan kehendak masing-masing,” jelas Walikota Bekasi, Minggu 6 Nopember 2016.

Rahmat Effendi saat itu juga memerintahkan Asisten Daerah Bidang pemerintahanA.Zarkasih, Camat dan Lurah setempat  untuk segera mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik,dan secara langsung memerintahkan tidak ada lagi penutupan akses ke masjid Al Kautsar.

“Masjid itu pusat dakwah ,tempat dimana umat islam dapat beribadah.Ajari anak-anak kita beribadah,jangan malah kita menutup rapat-rapat masjid jadi orang sulit untuk beribadah,” kata Walikota.[LIN]

BEKASI TOP