Bekasi Online

Penyusutan Hutan Mangrove Kabupten Bekasi Memprihatinkan

Hutan Mangrove.[DOK]
Hutan Mangrove.[DOK]
POSBEKASI.COM – Penyusutan hutan mangrove di Muaragembong dan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi sejak 1997 setiap tahunnya mencapai 1.000 hektar di masing-masing kecamatan sudah tahap memprihatinkan.

“Hutan mangrove yang dimiliki Kabupaten Bekasi seluas 10.481,15 hektare dan terus menyusut setiap tahun,” kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Bekasi,Wahyudi Asmar, Sabtu 29 Oktober 2016.

Dari data ada tujuh desa yang mengalami abrasi, namun dari jumlah desa itu, ada tiga yang mengalami kerusakan cukup parah di Muaragembong, yakni Desa Pantaimekar, Pantaibakti, dan Pantaibahagia. Saat air laut pasang, ketinggian gelombang air laut mencapai 2 meter.

Untuk abrasi, di Muaragembong hampir setiap tahun terjadi. Pada 2015 lalu, tingkat kerusakan hampir 59,5 hektare.

Sedangkan tujuh wilayah yang mengalami kerusakan parah akibat abrasi yaitu Muarapecah, Muarabesar, Muaramati, Muaragobah, Muarabendera, Muarabeting, dan Muarabungin.  Ia menambahkan penyebab utama terjadinya abrasi adalah penebangan liar yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab dan mengancam habitat hutan mangrove beserta hewan laut.

Penyusutan hutan mangrove ini terjadi sejak lima tahun lalu di laut Bekasi yang berada pada laut Tarumajaya maupun Muaragembong.

Penebangan hutan mangrove di Muaragembong dan Tarumajaya, biasanya marak terjadi ketika warga setempat ada yang menggelar resepsi pernikahan.[ANT/SYN]

BEKASI TOP