Bekasi Online

Pemko Bekasi Ratakan Ratusan Bangli di Jalan Irigasi

Pembongkaran bangunan liar.[IST]
Pembongkaran bangunan liar.[IST]
POSBEKASI.COM – Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan penertiban dan pembebasan lahan fasilitas umum yang digunakan masyarakat mendirikan bangunan liar (bangli) diatas tanah pemerintah.

Menggunakan alat berat seperti backhoe, pembongkaran bangli merujuk pada Perda Kota Bekasi Nomor 17 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan ijin pemanfaatan ruang, Perda Kota Bekasi Nomor 15 Tahun 2012 tentang retribusi ijin mendirikan bangunan, peraturan Walikota Bekasi Nomor 42 Tahun 2014 tentang pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan pemanfaatan lahan dan bangunan serta Keputusan Walikota Bekasi Nomor 640/Kep.330-Distako/VII/2012 tentang pembentukan tim penertiban dan pembongkaran bangunan liar yang melanggar perijinan di Kota Bekasi.

Halnya, ratusan bangli di Jalan irigasi, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, selama dua hari rata dengan tanah dibongkar petugas tim penertiban bangunan melakukan mulai tanggal 25 – 26 Oktober 2016.

“Sebelum pembongkaran, lebih dahulu kita layangkan surat peringatan 1, 2 dan 3, dan sebelumnya juga dilakukan sosialisasi kepada warga perihal pembongkaran tersebut,” kata Kasi Pengawasan, Pengendalian dan Pembongkaran Bagunan Pada Bidang Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Lahan Dan Bangunan Dinas Tata Kota Kota Bekasi, Bilang Nauli Harahap, kepada wartawan di Bekasi, kemaren.

Pembongkaran bangli tersebut Pemko Bekasi dibantu oleh Polri, TNI, P3JU, Dinas Kebersihan, Dinas Perhubungan, aparatur kecamatan dan kelurahan setempat.

Menurut Harahap, bangunan yang berdiri di atas lahan yang bukan peruntukkannya itu telah dibongkar. “Bila masih ada penghuni, Satpol PP berada di barisan depan diikuti Linmas mengeluarkan barang yang ada di dalam bangunan secara baik-baik, kemudian P3JU memastikan listrik sudah putus, lalu masuk alat berat backhoe untuk merobohkan bangunan tersebut,” terang Harahap.

Setelah pembongkaran bangli berupa rumah tinggal, warung, kontrakan, kios, pos, bengkel dan lainnya lanjut Harahap, lahan tersebut difungsikan untuk akses jalan dan pelebaran saluran drainase.[ZAI/ISH]

BEKASI TOP