Walikota Suling di Masjid Nurul Huda

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, saat melaksanakan subuh keliling (suling) di Masjid Nurul Huda, RT.002 RW. 002, Kelurahan Bojong Menteng, Sabtu 8 Oktober 2016.[ISH]

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, saat melaksanakan subuh keliling (suling) di Masjid Nurul Huda, RT.002 RW. 002, Kelurahan Bojong Menteng, Sabtu 8 Oktober 2016.[ISH]

POSBEKASI.COM – Didampingi Camat Rawalumbu, Lukmanul Hakim, Ketua Karang Taruna Kota Bekasi, Ismail, Kepala Bagian Kesos Setda Kota Bekasi, H. Ahmad Yani, Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi hadiri kegiatan temu masyarakat melalui subuh keliling (suling) yang diadakan di Masjid Nurul Huda, RT.002 RW. 002 Kelurahan Bojong Menteng Kecamatan Rawalumbu, Sabtu 8 Oktober 2016.

Ketua DKM Masjid Nurul Huda, Ust. Matohir berterima kasih atas penyelenggaraan kegiatan subuh keliling yang diadakan di masjid ini, juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Walikota dan jajaran untuk dapat menyapa warga dan bersosialisasi dalam kesempatan subuh keliling ini.

Walikota dalam sambutannya mengutarakan mengenai perkembangan perkembangan yang ada di Kota Bekasi dari segi pendidikan, segi kesehatan, infrastuktur serta penghargaan penghargaan ya g diraih di Kota Bekasi.

Dari segi kesehatan, Pemerintah Kota Bekasi telah terbukti berdirinya RSUD berlantai 8, dan telah dalam proses penambahan 8 lantai kembali untuk perawatan Paru dan para pecandu Narkoba, serta bagian pelayanan kesehatan di wilayah Puskesmas yang telah akan diubah menjadi rumah sakit tipe D untuk rawat inap.

Walikota juga menjelaskan pada tahun 2017, untuk kartu Bekasi Sehat akan dipermudah jika ada yang sakit bagi warga yang kurang mampu, akan dipermudahkan melalui penyerahan Kartu Keluarga saja tidak usah memakai Surat Keterangan Tidak Mampu ataupun Program kesehatan dari pusat,  cukup dengan KK saja bisa masuk rumah sakit umum maupun swasta.

Pembangunan tandon air yang diupayakan mengurangi daya banjir yang sudah terbentuk di Pengasinan, Perumahan Galaxy, dan dalam proses dan planning di berbagai titik untuk pengelolaan tandon air, perumahan maupun pelosok kampung jika ada banjir sesuai laporan, dilaporkan dan akan dicarikan lahan fasos fasum ataupun ada hibah tanah untuk di proses menjadi tandon air.

Koordinasi 3 Pilar di dalam wilayah, harus sangat dijaga dan bersinegritas untuk menjaga, mentertibkan wilayah, jika ada permasalahan warga harus segera di bantu, tidak hanya bagi aparatur wilayah maupun Muspika, warga juga ikut membantu dan mengamankan wilayahnya sendiri.[ISH]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.