Bekasi Online

Syaikhu Ajak Civitas Akademik Wujudkan Smart City

Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu bersama para narasumber seminar terbuka ‘Bekasi Smart City’, di Aula Pascasarjana Kampus Unisma.[ISH]
Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu bersama para narasumber seminar terbuka ‘Bekasi Smart City’, di Aula Pascasarjana Kampus Unisma.[ISH]
POSBEKASI.COM – Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menggelar seminar terbuka ‘Bekasi Smart City’, di Aula Pascasarjana Kampus Unisma, kemaren.

Sebanyak puluhan mahasiswa Unisma mengikuti seminar kali ini yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisma dan Pemkot Bekasi melaui Dinas Tata Kota Bekasi.

Acara yang dihadiri Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu dan narasumber seminar Kepala Dinas Tata Kota Koswara, dosen Fakultas Teknik Unisma Ir. Amin Bakri, dosen Teknik Elektro dan Informatika ITB Dr. Ary Akmad Arman dan prodi perencanaan wilayah dan kota SAPPK ITB Ridwan Sutriadi.

Dosen Fakultas Teknik Unisma Dr Ary Akhmad mengatakan civitas akademika Unisma mendukung upaya pemkot Bekasi menuju Bekasi smart city. Jajaran Unisma termasuk mahasiswa juga berupaya menjadikan smart city bagian dari perkembangan perubahan zaman.

“Kami sebagai perguruan tinggi swasta di Bekasi baik itu dosen, mahasiswa mensuport kebijakan walikota dan wakil walikota, kepala dinas agar smart city berkembang,” kata Ary.

Sementara, Ahmad Syaikhu yang mengawali sambutan sekaligus paparan mengenai poin-poin Bekasi Smart City.  Smart City bukan hal yang baru menjadi perhatian pemerintah Kota Bekasi untuk mengembangkan dan mewujudkannya pada masa mendatang. Mensinergitaskan untuk mengarah menuju tatanan kehidupan yang baik.

“Ini obsesi dan cita-cita kita Kota Bekasi mampu mewujudkan smart city,” kata Syaikhu.

Dan ia harapkan dukungan semua pihak termasuk kalangan civitas akademika di Kota Bekasi hingga buah pemikiran masyarakat kota Bekasi dengan kreatifitasnya termasuk kalangan usahawan yang smart bussiner.

“Smart city dengan orientasi penyelesaian permasalahan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penyelsaian permasalahan lingkungan. Saya kira kota bekasi hebat-hebat warganya, banyak pejabat, banyak orang kreatif. Termasuk kemarin bagaimana Mukidi bisa jadi tranding topik ternyata yang menciptakanya orang Bekasi,” sambungnya.

Bahkan ia juga mengatakan perumusan masalah perkotaan Bekasi datang melalui bullyan netizen di meda sosial beberapa waktu lalu. Ia membenarkan bulian warga yang mengatakan Kota Bekasi lingkungannya panas, macet.

Menurutnya, hal tersebut perumusan masalah yang disampaikan ril oleh masyarakat. Namum dikira bulian yang tidak masuk akal seperti Kota Bekasi tidak ada didalam peta dihiraukan saja.

“Kota bekasi panas ia betul, macet ia betul, permasalahan sampah dan lainnya. Kita temukan permasalahan ini untuk diselesaikan,” kata dia.

Ahmad Syaikhu menjelaskan, penerapan smart city di kota Bekasi diantaranya layanan 119 di RSUD menerapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) terintegrasi dengan seluruh rumah sakit.

Dicontohkannya, bila ada kecelakaan di satu wilayah, rumah sakit terdekat lah yang mengirimkan bantuan bukan menunggu bantuan dari RSUD.

“Ia, mulai dari pelayanan kesehatan, penerapa zero waste energi teknologi listrik melaui sampah dan lainnya. Patriot Operating Center (POC) menara monitor pengawas dibangun Telkom dan ITB , hingga aeromovel. Saya kira optimisme bisa terus dikembangkan pada hal lainnya,” katanya.

Untuk itu ia mengimbau kepada peserta seminar agar memberi pemahaman atau meluruskan mindset yang masih banyak di tengah masyarakatnya bahwa tidak bisa menguasai teknologi. Kendala psikologis inilah menurutnya yang perlu diatasi agar smar city bisa terus berkembang

“Kendala psikologis, kendala tidak menguasai teknologi. Ini perlu kita atasi, jadi mindset ini perlu kita luruskan. Seperti istilah kalah sebelum berperang,” katanya.

Sekali lagi ia berharap untuk mewujudkan Bekasi Smart City selalu disuport oleh semua elemen. Dan bukan hanya tugas pemerintah maupun akademisi saja tapi juga kalangan pelaku usaha, dan warga yang kreatif. “Kita bersatu untuk mewujudkan smart city di Kota Bekasi,” harap Syaikhu.[ISH]

BEKASI TOP