Jasa Marga Rancang Integrasi Pembayaran Tol Mudik Lebaran

PT. Jasa Marga.[IST]

PT. Jasa Marga.[IST]

POSBEKASI.COM – PT Jasa Marga (Persero) menyatakan pemerintah akan melakukan integrasi sistim pembayaran pada ruas tol Trans Jawa guna antisipasi lonjakan arus mudik pada 2016.

“Sistem integrasi ini mulai dilakukan uji coba pada Kamis (16/6/2016), namun pemudik yang melewati Cikarang Utama hingga Brebes Timur harus menyiapkan saldo minimal Rp165.000,” kata Wakil Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Jawa Barat, Hudaya Arryanto di Kabupaten Bekasi, Jumat (17/6/2016).

Integrasi pembayaran tol ini dibagi menjadi 2 cluster. Pertama, sistem pembayaran yang digabung adalah tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung.

“Jadi, bila masuk pintu tol Cikarang Utama, ambil tiket. Kemudian, baru bayar di pintu tol Palimanan. Di Cikarang Utama-Palimanan, pemudik akan dikenakan tarif Rp109.500,” katanya.

Dengan rincian Cikarang Utama-Cikopo Rp13.500 dan Cikopo-Palimanan Rp96.000. Sedangkan untuk tarifnya tetap Gol 1 Jakarta-Palimanan Rp109.500, dan Rp13.500 ruas jalan tol milik Jasamarga Rp 96.000 yang ruasnya LMS.

Untuk cluster kedua penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini sudah terbangun hingga Brebes Timur. Saat pemudik tiba di pintu tol Palimanan, selain membayar juga diberikan tiket untuk keluar di pintu tol Brebes Timur.

Setelah sampai di tol Brebes Timur, pemudik yang berasal dari Palimanan akan dikenakan tarif Rp 55.500 Dengan rincian Palimanan-Kanci Rp 11.500, Kanci-Pejagan Rp 24.000, Pejagan-Brebes Timur Rp 20.000. Sehingga pemudik yang melewati Cikarang Utama-Brebes Timur akan dikenakan biaya total Rp 165.000.

Pembayaran tol bisa dilakukan dengan menggunakan e-toll dari 4 Bank untuk cluster pertama yaitu Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI. Sementara pada cluster kesua Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes Timur baru bisa menggunakan e-toll dari 3 Bank yaitu Mandiri, BNI, dan BRI.

Bagi pemudik yang akan melakukan perjalanan jauh, diharapkan untuk melakukan pengecekan kendaraannya dan isilah bahan bakar minyak guna antisipasi terjadinya kemacetan.

Ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, karena penyebab kemacetan yang utama pada tempat peristirahatan.

Pengemudi juga diharapkan untuk membawa bekal seperti snack dan makanan ringan guna menghindari kemacetan di ruas tol. Demi kelangsungan pengguna jasa jalan tol diharapkan menyiapkan uang pas, atau melakukan isi ulang katu e-toll. Ini dimaksudkan agar mempermudah transaksi pengguna jalan dan mempercepat laju kendaraan.[IDH]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.