Akom dan Bupati Neneng Datang, Harga Sembako di Tambun Tak Ngaruh

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mendampingi rombongan DPR RI meninjau harga daging di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi.[IDH]

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mendampingi rombongan DPR RI meninjau harga daging di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi.[IDH]

POSBEKASI.COM – Ketua DPR Ade Komaruddin dan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di dmpingin Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin berkunjung ke Pasar Cibitung dan Pasar Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Mereka memantau harga-harga bahan kebutuhan pokok di pasar tersebut saat Ramadhan.

“Diambil kesimpulan bahwa di awal Ramadhan terjadi kenaikan harga yang sangat terasa, tidak hanya untuk sembako tapi juga bahan yang bukan sembako,” ujar Ade di Pasar Tambun, Senin (6/6/2016).

Dia mencontohkan, harga jengkol bahkan naik 52 persen. Saat ini harga jengkol muda per kilogramnya mencapai Rp10 ribu. Sedangkan jengkol tua yang sudah dikupas menyentuh angka Rp 35 ribu. Kemudian harga bawang merah mencapai harga Rp25 ribu per kilogram. Gula pasir kini harganya menyentuh Rp16 ribu, padahal sebelumnya Rp11 ribu.

Lain halnya untuk komoditas telur dan beras. Harga keduanya relatif stabil. Telur harga per kilogramnya Rp24 ribu. Sementara beras, harga per kilogramnya tergantung varietasnya. Beras Pandan Wangi misalnya, harganya Rp10 ribu per liter. Sementara Ramos Setra Rp9 ribu per liter.

Ke depannya DPR akan meninjau kesiapan Bulog. DPR ingin Bulog kembali menjadi institusi yang mampu mengendalikan ketersediaan pasokan dan kualitas sembako. “Bulog harus kembali kepada perannya sebagai instutis yang mampu menstabilisasi pangan,” kata Ade.

Sekitar 40 persen pasar harus dikuasai Bulog. Hal ini bertujuan agar masyarakat tak terombang-ambing oleh harga pasar dimana banyak sekali pihak yang ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya. Padahal, kata dia, ketika puasa dan menjelang Lebaran masyarakat pasti membutuhkan harga yang terjangkau dan tentunya kualitas bagus.[ANT/FER]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.