Bekasi Online

Gunarti Rahmat Effendi Imbau Masyarakat Tekan Eksploitasi Anak dengan Tidak Memberi Sedekah pada Gepeng

Ketua Tim PKK Kota Bekasi, Gunarti Rahmat Effendi.[IST]
Ketua Tim PKK Kota Bekasi, Gunarti Rahmat Effendi.[IST]
POSBEKASI.COM – Seperti menjadi tradisi memasuki Ramdahan dan Lebarana Idul Fitri, gerombolan gepeng (gelandangan dan pengemis) yang diduga kuat dikoordinir pihak tertentu yang mencari keuntungan pribadi akan memadati persimpangan lampu-lampu merah  serta tempat-tempat strategis lain di kota.

Para gepeng yang biasanya kaum perempuan menyertakan anak-anak mulai bayi sampai balita serta usia dibwah 12 tahun untuk meraup “peluang” mendapatkan uang.

Anak-anak itu kerap menjadi korban dari perilaku orangtua yang tak bertanggung jawab dengan mengeksploitasi mereka untukmengemis di pusat-pusat jalan protocol bahkan pinggir jalan.

Ketua Tim PKK Kota Bekasi, Gunarti Rahmat Effendi, menyerukan kecaman keras pada tindakan orangtua yang mempekerjakan anak untuk mengemis di bulan Ramadhan 1437 H ini.

“Semua pihak, Dinas Sosial dan lembaga terkait meminimalisir jumlah perdagangan anak untuk mengemis khususnya saat bulan Ramadhan nanti,” kata Gunarti  seusai menghadiri penilaian perlombaan kelurahan tingkat Jawa Barat di Kelurahan Jatimurni, Pondok Melati, kemaren.

Menurut Gunarti, pengajaran pendidikan mental untuk mengimis kepada anak akan berpengaruh dalam tumbuh kembang anak dan membahayakan bagi keturunannya kelak.

“Kalau sudah besar, anak itu bisa tertanam didirinya untuk mengemis dan jadi pemalas,” tegas Gunarti.

Untuk itu lanjut Gunarti mengimbau masyarakat untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada lembaga penyalur zakat dan sedekah. Selain itu dalam kehidupan bertetangga lebih peka terhadap keluarga tetangga  yang serba kekurangan.

“Memberikan bantuan kepada tetangga, yang kekurangan. Atau dapat melalui kantor yang resmi bergerak dibidang sosial. Mereka yang akan menyalurkan kepada yang membutuhkan,” terang Gunarti.

Menurutnya, dengan pemberian kepada lembaga resmi, hal itu dapat mengurangi jumlah pengemis di jalan yang memanfaatkan puasa Ramadhan.

“Anak itu aset bangsa. Orang tua perlu memperhatikan masa depannya. Makanya ini juga menjadi kerjasama semua pihak untuk mengatasinya,” katanya.[IDH]

BEKASI TOP