Bekasi Online

Rekonstruksi Pembunuhan Nurdin Sebanyak 43 Adegan di Gelar Mapolsek Jatiasih

Hermanto pelaku pembunuhan Nurdin guru SMKN 33 Kelapa Gading Jakarta.[IST]
Hermanto pelaku pembunuhan Nurdin guru SMKN 33 Kelapa Gading Jakarta.[IST]
POSBEKASIKASI.COM – Aparat Polsek Jatiasih, Polrseta Bekasi Kota, Kmais (12/5/2016),  menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Nurdin guru SMKN 33 Kelapa Gading Jakarta  di halaman Mapolsek Jatiasih.

“Rekonstruksi ini terdiri atas 43 adegan kejadian mulai dari pelaku mengantar korban hingga melarikan diri pada saat kejadian Rabu (13/4/2016) lalu,” kata Kapolsek Jatiasih Kompol Aslan Sulastomo.

Rekonstruksi yang langsung diikuti pelaku Hermanto (22) bersama tiga orang saksi yakni Atun (50) selaku pembantu korban, Tatang selaku saksi mata serta korban dan istrinya Ida Nuraini (50) diwakili oleh petugas Polsek Jatiasih.

Sedangkan istri korban tidak mengikuti agenda rekonstruksi kasus pembunuhan suaminya dan memilih berdiam diri di warung dekat Mapolsek Jatiasih tampak menangis dan begitu syok dengan peristiwa yang meregut nyawa suaminya.

Unit Reserse Kriminal Polsek Jatiasih bertempat di halaman parkir Mapolsek Jatiasih.

Adegan dimulai saat pelaku mengantar istri korban ke sekolah anaknya dengan mengendarai mobil korban jenis Toyota Avanza B 1368 KKI.

Pelaku kemudian bergerak bersama korban ke Sport Center Kelapa Gading Jakarta Utara untuk mengantar korban berolahraga.

“Korban memang rutin jogging di Kelapa Gading,” katanya.

Di lokasi itulah pelaku melakukan pembunuhan dengan membekap korban menggunakan kaos putih karena merasa sakit hati tidak diberi pinjaman uang Rp100 ribu.

“Saat itu korban yang ada di kursi penumpang depan berontak saat dibekap pelaku dari kursi tengah hingga kedua kaki korban memecahkan kaca kendaraannya,” katanya.

Usai membunuh, pelaku kemudian membawa korban ke rumahnya di Kompleks Pemda Jalan Arjuna Blok B1/32, RT 01/RW 01, Kelurahan Jatiasih, Kec Jatiasih, Kota Bekasi.

Selama perjalanan, korban diduga masih dalam keadaan hidup dan akhirnya meninggal dunia di rumahnya.

“Saat tiba di parkiran rumah, pelaku sempat mengecek nadi dan aliran nafas korban. Di sanalah diketahui korban tewas,” katanya.

Namun pembunuhan itu diketahui oleh pembantu korban yang langsung berinisiatif memberitahu istri korban melalui sambungan telepon.

Namun niat itu langsung digagalkan pelaku dengan memukul kepala korban Atun dengan kunci stang mobil ke bagian kepalanya.

“Korban langsung kabur dengan sepeda motornya ke sejumlah lokasi pelarian,” katanya.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap polisi di Terminal Kalideres Jakarta pada Sabtu (16/4/2016), terancam dikenakan pasal 338 jo 351 ayat (2) KUHP tentang perkara tindak pidana dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat.[IDH/BES]

BEKASI TOP