Bekasi Online

DPRD Bekasi Minta Pemko Bekasi Stop Gaji Enam PNS “Korup”

Ilustrasi
Ilustrasi

POSBEKASI.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi, Ronny Hermawan, kecam pemberian gaji pada enam Aparatur Sipil Negara-ASN (Pegawai Negeri Sipil) yang berstatus sebagai tersangka korupsi.

“Kok tersangka korupsi yang saat ini tidak bekerja melayani masyarakat tetap di gaji. Hak dan tanggung jawab itu harus sejalan,” kata Ronny, Sabtu (7/5/2016).

Sedangkan keenam orang ASN yang tersandung kasus itu jabatannya telah dicopot tetapi setiap bulan mereka menerima 75 persen dari total gajinya sebagai aparatur negara.”Bahkan, saat mereka pensiun nanti, tetap akan menerima hak uang pensiun,” ujara Ronny.

Ronny memandang miris masih berlakunya pemberian hak aparatur tersebut dikarenakan yang bersangkutan masih tercatat aktif sebagai ASN di Kota Bekasi.

“Semua tahu, bahwa keenam tersangka itu telah mendekam di penjara dan tidak ada upaya pelayanan kepada masyarakat yang bisa mereka lakukan, koq masih menerima gaji,” ucapnya.

Sedangkan keenam tersangka saat ini hanya fokus pada urusan pribadi mereka dalam rangka menyelamatkan diri dari jeratan hukum di pengadilan nanti tanpa pernah lagi menjlankan tugas sebagai ASN.

“Harus ada evaluasi, karena selain tidak lagi ada jabatan, mereka juga tidak bekerja untuk masyarakat. Pemkot Bekasi harus mengehntikan pemberian gaji atau honor kepada mereka,” katanya.

Sebagaimana diketauhi keenam ASN Pemko Bekasi yng terjerat kasus korupsi adalah, mantan Kepala Bagian Telematika Sri Sunarwati dalam perkara pengadaan sistem pengamanan komputer atau antivirus senilai Rp800 juta lebih.

Mantan Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, Hendri Malino Samosir, mantan Pelaksana Administrasi Toni Hermawanto, dan mantan Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Mita Susilawati, yang terlibat korupsi honor Linmas senilai Rp1 miliar lebih.

Mantan Staf Ahli Wali Kota Bekasi Roro Yoewati dugaan penyalahgunaan jabatan dalam Diklat Prajabatan (BKD), dan yang telah menjalani proses sidang korupsi dana Guru Daerah Terpencil adalah tersangka Bambang Prayitno selaku staf Dinas Pendidikan Kota Bekasi.[IDH/BES]

BEKASI TOP