Bekasi Online

Polsek Setu Bersama Remaja Masjid dan Pokdar Kamtibmas “Perang” Melawan Narkoba

Ustadz Bripka Nursali dihadpan ratusan Remaja Masjid dan Pokdar Kamtibmas untuk bersama memerangi narkoba.[SOF]
Ustadz Bripka Nursali dihadpan ratusan Remaja Masjid dan Pokdar Kamtibmas untuk bersama memerangi narkoba.[SOF]
POSBEKASI.COM – Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat, menyatakan “perang” terhadap kejahatan narkotika. Kejahatan narkoba yang peredarannya sudah menembus seluruh pelosok negeri dari kota hingga ke desa harus diperangi.

Kejahatan narkoba tidak terbatas pada status kaya atau miskin, orang dewasa, tapi juga kaum muda, remaja, dan anak-anak.

“Karena itu perlu kita sampaikan secara terus menerus baik melalui Pokdarkamtibmas serta generasi muda dan semua elemen msyarakat,” kata Kapolsek Agus Rohmat seperti yang disampikan oleh Bripka Nursalim dihadapan para Remaja Masjid At Taqwa dan Masjid Baburohmah Perum Griya Bekasi Permai 1 dan 2,  Desa Ciledug, Setu, Kabupaten Bekasi, Ranu (4/5/2016) malam.

Ustadz Bripka Nursalim yang menjadi pembicara dihadapan 225 Remaja Masjid dan Pokdar Kamtibmas menyatakan, kolaborasi antara pemakai maupun pengedar narkoba seperti jenis sabu-sabu saat ini ngetren dan menggiurkan bagi bisnis barang haram itu.

“Meski ancaman hukumanya sangat berat namun masih banyak saja yang melakukannya. Karena itu penanggulangan penyalahgunaan narkoba baik oleh pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional sampai Polri dan TNI yang terus kita berantas,” kata Nursalim.

Diakuinya, saat ini pemberantasan yang dilakukan semua aparat penegak hukum masih kewalahan melawan kejahatan narokita itu.

Ustadz Bripka Nursali bersama anggota Pokdar Kamtibmas Setu.[SOF]
Ustadz Bripka Nursali bersama anggota Pokdar Kamtibmas Setu.[SOF]
“Untu itu perlu kerjasama semua pihak termasuk generasi muda Remaja Masjid untuk turut perang melawan penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Karena lanjut Nursalim, pengguna narkoba yang tidak memandanag status baik kaya maupun miskin, aparat, orang dewasa, remaja dan anak-anak bhkan ibu rumah tangga pun telah banyak menjadi korban keganasan narkoba.

“Dampaknya pemakaian narkoba berhalusinasi, stress, jantung, kurus, sakit berat, terakhir sampai mati. Bagi kalangan remaja biasanya menjadi kehilangan jati diri, iman yang terperosok hingga bebrbuat semaunya smapai melakukan seks bebas yang akhirnya putus sekolah dan menjadi pengangguran. Paling membahayakan bisa menghalalkan segala cara jadi maling rampok membunuh hanya untuk mendapatkan barang haram tersebut,” terang Nursalim.

Pada acara kolaborasi penanggulang penyalahgunaan narkoba yang digelar Polsek Setu juga menampilkan dokumenter pada layar tentang bahaya dan jenis-jenis narkotika seperti daun ganja, morfin, sabu, pil ekstasi.

“Ini penting bagi generasi muda Remja Masjid agar mereka tidak terjerumus pada narkoba dan mengisi waktu lebih bnyak lagi belajar dan tekun serta mendalami ilmu agama melalui guru dan ustada bahwa dengan jelas dalam Al’quran mengharamkan nrkotika untuk dikosumsi,” katanya.[SOF]

BEKASI TOP