Bekasi Online

Harvest City Tak Peduli Kerusakan Lingkungan Kampung Cilandak Bekasi

POSBEKASI.COM – Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat dan Camat Setu Adeng Hudaya memidiasi pertemuan antara perwakilan keluarga Saih bin Wiwing yang tewas akibat terperosok kedalam kali buatan Perumahan Harvest City dengan pihak pengembang tersebut di Kantor Kepala Desa Mukti Jaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (15/2/2016).

Pertemuan yang berlangsung dua jam itu meski tidak mengalami jalan buntu namun belum ada keputusan atau kesepakatan bersama, hanya saja pihak HRD Harvest City, Wiwin dan petugas pembebasan lahan Harvest City, Anton, berjani akan lebih memperhatikan lingkungan warga saat melakukan pekerjaan proyek.

“Kami akan sampaikan ke pihak manajemen mulai saat ini untuk lebih memperhatikan pekerjaan yang dialakukan terhadap lingkunga sekitar,” kata Wiwin dihadapan Kapolsek, Camat dan Kades Mukti Jaya, Nuraini.

Dikutip dari laman Transindonesia.co, Harvest City merupakan pengembang perumahan di Jalan Raya Cilengsi/Transyogi, Kabuaten Bogor, Jawa Barat, memiliki luas lahan sekitar 1100 hektar yang bagian belakangnya masuk kawasan Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. pada Sabtu (13/2/2016), Saih warga kampung Cilandak, Setu, tewas terperosk dalam kali buatan bekas galian pembangunan perumahan Harvest City.

Sebelumnya, perwakilan keluarga korban dan warga Desa Mukti Jaya, Muhammad Lani dengan tegas menyatakan, selama empat bulan pekerjaan proyek yang dilakukan pengembang Harvest City tidak pernah berkordinasi dengan warga bahkan kawasan sekitar proyek justru menjadi rusak dan membahayakan keselamatan warga.

“Mulai proyek dikerjakan tidak pernah pihak pengembang berkoordinasi dengan warga, sampai akhirnya jatuh korban jiwa akibat galian yang dibuat Harvest City,” kata Lani.

Lani yang tampak kesal dengan pengembang Harvest City semakin memuncak kemarahannya tatkala dia menyatakan, akibat pekeraan galian yang tanahnya menggunung mencapai delapan meter tidak saja membahayakan keselamatan warga tetapi jalan akses desa di Kampung Cilandak justru diputus oleh Harvest.

Harvest City.[Posbekasi.com]
Harvest City.[Posbekasi.com]
“Lihat tanah korekan yang menggunung sudah membahayakan warga ditambah lagi dengan jalan diputus,” tegasnya.

Menurut Lani, jalan terputus akibat galian yang sampai kini dibiarkan oleh Harvest itu membuat warga Kampung Cilandak harus memutar jauh untuk menuju ke kampung lain.

“Kami (warga) tidak pernah diberi tahu bila ada pekerjaan, akirnya semua akibat kami yang merasakannya. Sampai hai ini tidak pernah pihak pengembang berkoordinasi pada warga. Ini datang karena sudah terjadi petaka warga kami tewas akibat saluran galian yang dibuat Harvest,” ucapnya.

“Lihat saja tadi saya marah, karena mereka tidak pernah peduli dengan warga sekitar, mereka seenaknya membangun tanpa memikirkan akibatnya pada lingkungan warga,” tambah Lani usai pertemuan tersebut.

Setelah pertemuan yang belum didapat kata sepakat antara warga dengan pengembang, seluruh pihak yang hadi pada pertemuan tesebut sempat meninjau ke lokasi tewasnya Saih.

Sedangkan Saih yang telah dimakamkan pada Minggu (14/2/2015) siang itu merupakan korban ketidak pedulian Harvest City terhadap warga kampung disekitar lahan proyek yang tengh dikerjakakan.

Sebagimana diwartakan Transindonesia.co, seorang pencari rumput, Saih bin Wiwing, merenggang nyawa didalam sungai buatan bekas galian Perumahan Harvest City, korban terpeleset lalu kecebur dan tenggelam baru ditemukan pukul 22.00 sudah tidak bernyawa lagi.[Lin]

BEKASI TOP