
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengintensifkan edukasi pencegahan kenakalan remaja bagi para pelajar melalui program Satpol PP Goes to School. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan Gerakan Disiplin Daerah (GDD) untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan berprestasi, seperti yang baru saja dilaksanakan di SMPN 4 Tambun Selatan, Kecamatan Tambun Selatan, Jumat (18/9/2026).
“Program Satpol PP Goes to School baru kami laksanakan tahun ini. Sementara GDD sudah berjalan sejak lama dengan sasaran seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, termasuk pelajar dan pegawai. Melalui Goes to School, kami bawa edukasi GDD ini langsung ke lingkungan sekolah,” ujar Analis Intelijen/Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Bekasi, Komarudin.
Fokus utama kegiatan ini menyasar berbagai potensi masalah remaja, mulai dari tawuran, perundungan, bolos sekolah, vandalisme, penyalahgunaan narkoba dan miras, hingga judi online serta penyebaran konten negatif di media sosial. Edukasi diberikan secara langsung karena usia remaja merupakan masa transisi yang rentan terpengaruh lingkungan sekitar.
“Intinya, kami ingin meminimalisir kenakalan remaja melalui edukasi terkait peraturan daerah sekaligus memberikan pemahaman tentang berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, vandalisme, pergaulan berisiko, penyalahgunaan narkoba, dan persoalan lainnya,” jelas Komarudin.
Kegiatan yang berada di bawah naungan Bidang Sumber Daya Aparatur (SDA) Satpol PP Kabupaten Bekasi ini berkolaborasi langsung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Hingga kini, pelaksanaan program secara bertahap telah menjangkau empat sekolah, yakni SMPN 6 Setu, SMPN 12 Tambun Selatan, SMPN 3 Cikarang Utara, dan SMPN 4 Tambun Selatan.
“Saat ini kami baru menjalankan di tingkat SMP, tapi kami akan melakukan kunjungan secara bertahap, terutama ke sekolah yang menjadi sasaran prioritas edukasi kenakalan remaja. Selain itu, kami juga akan mengunjungi sekolah-sekolah yang memiliki prestasi, sehingga edukasi mengenai disiplin dan ketertiban dapat terus disampaikan kepada pelajar,” kata Komarudin.
Pendekatan preventif ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, ditandai dengan tingginya permintaan kunjungan dari sejumlah sekolah lainnya. Satpol PP mengedepankan pembinaan dan edukasi aturan daerah selama rentang waktu satu hingga dua tahun sebelum melangkah pada tindakan di lapangan.
“Program ini akan kami jalankan terlebih dahulu selama sekitar 1 hingga 2 tahun sambil kita lihat perkembangannya, setelah itu baru kami akan melakukan penindakan di lapangan. Harapannya, paling tidak bisa meminimalisir kenakalan remaja di Kabupaten Bekasi,” ujar Komarudin.
Para siswa diharapkan tidak sekadar menjadi penerima materi, tetapi mampu mempraktikkan kedisiplinan serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pelajar diimbau untuk bijak menggunakan media sosial, menolak ajakan negatif, dan aktif menjaga ketertiban bersama.
“Kami berharap pelajar tidak hanya menjadi pihak yang menerima edukasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Harapan kami, pelajar di Kabupaten Bekasi semakin cerdas, berprestasi, dan yang paling utama memiliki akhlak yang lebih baik,” ujar Komarudin. [gha]

