Posbekasi

Kehadiran Sekolah Rakyat Bekasi, H. Syahrir: Jangan Ada Lagi Anak Tak Sekolah

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol. Posbekasi.com / Ilustrasi

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, menegaskan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap akselerasi program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Program prioritas nasional ini dinilai sebagai terobosan vital dalam meratakan akses pendidikan berkualitas, terkhusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dan kelompok rentan di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bekasi.

Keberadaan Sekolah Rakyat dipandang bukan sekadar fasilitas belajar biasa, melainkan instrumen strategis jangka panjang untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) daerah yang berdaya saing tinggi.

“Program ini menjadi tombak utama bagi generasi muda kita untuk mendapatkan hak dasar berupa pendidikan yang layak dan sepenuhnya gratis. Ini adalah momentum emas dan kesempatan strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas,” ujar H. Syahrir dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Sebagai wujud nyata implementasi di lapangan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi tercatat telah menampung sebanyak 427 siswa. Para peserta didik ini datang dari berbagai latar belakang wilayah, meliputi Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, hingga jaringan sekolah rintisan yang terintegrasi dalam sistem pembelajaran nasional tersebut.

Rangkaian aktivitas akademis pun telah dimulai secara resmi. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa angkatan pertama ini telah dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, pada Senin, 31 Agustus 2026, menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar secara efektif.

Secara khusus untuk alokasi wilayah Kabupaten Bekasi, pemerintah dan pihak pengelola menyediakan total kuota sebanyak 270 kursi peserta didik. Hingga periode saat ini, tercatat sebanyak 237 kursi telah terisi penuh dengan rincian:

• Jenjang Sekolah Dasar (SD): 57 siswa

• Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP): 90 siswa

• Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA): 90 siswa

Sementara itu, sisa kuota yang masih tersedia akan segera diisi melalui tahapan verifikasi data lanjutan yang saat ini tengah dikebut oleh tim berwenang.

Melalui operasional Sekolah Rakyat ini, H. Syahrir berharap hambatan ekonomi tidak lagi menjadi alasan bagi anak-anak di daerah untuk putus sekolah, sehingga ke depan tercipta pemerataan kesempatan belajar tanpa terkecuali. [adk]

BEKASI TOP