Posbekasi

Gen Z Jadi Subjek Politik dan Agen Perubahan, Syahrir: Tentukan Arah Pemilu 2029

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Syahrir, S.E., M.I.Pol. Posbekasi.com / Dokumentasi

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Generasi Z diproyeksikan akan menjadi salah satu penentu utama arah masa depan bangsa pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang. Dengan jumlah pemilih muda yang sangat besar, Gen Z kini bukan lagi sekadar menjadi objek politik atau target suara, melainkan subjek utama yang memiliki kendali penuh untuk menentukan kualitas kepemimpinan nasional.

“Sebagai generasi penerus, Gen Z memiliki tanggung jawab untuk membangun demokrasi yang berkepribadian, cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab. Partisipasi politik tidak cukup hanya datang ke TPS, tetapi harus diwujudkan melalui sikap kritis,” ujar Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, M.I.Pol, dikutip dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Sikap kritis tersebut sangat diperlukan untuk mengubah budaya politik lama yang selama ini hanya berorientasi pada aspek popularitas dan elektabilitas semata. Angka tinggi dalam survei ataupun keviralaran seorang tokoh di media sosial dinilai sama sekali tidak menjamin kemampuan mereka dalam menyelesaikan persoalan riil di tengah masyarakat.

“Pemimpin yang baik bukan hanya pandai membangun citra di depan kamera, tetapi juga mampu bekerja secara konsisten hingga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh,” tegas politisi dari Fraksi Gerindra tersebut.

Oleh sebab itu, ukuran keberhasilan seorang pemimpin masa depan harus digeser pada indikator yang lebih konkret. Mulai dari keberhasilan meningkatkan kesejahteraan rakyat, mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, hingga pemerataan pembangunan dan tegaknya keadilan sosial.

“Generasi Z juga harus berani menjadi agen perubahan. Tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga menjadi pengawas jalannya pemerintahan, aktif memberikan masukan, melawan penyebaran hoaks, serta ikut membangun budaya demokrasi yang sehat,” tambahnya.

Guna mencapai kematangan demokrasi tersebut, terdapat beberapa langkah strategis yang harus ditempuh. Di antaranya adalah meningkatkan pendidikan politik dan literasi digital agar generasi muda kebal dari hoaks, menjadikan rekam jejak sebagai indikator utama, hingga mendorong transparansi penuh dalam penggunaan anggaran negara seperti APBD dan APBN.

“Pemilu 2029 bukan hanya tentang memilih siapa yang menang, tetapi tentang menentukan arah masa depan Indonesia. Pilihan yang tepat hari ini akan menentukan kualitas bangsa pada masa yang akan datang,” pungkas Syahrir. [adk]

BEKASI TOP