Posbekasi.com

Pemakaman di Bojong Menteng Ditutup, Warga Desak Pemkot Bekasi Segera Bebaskan Lahan

Penutupan lahan pemakaman Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, memicu keresahan warga.

BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Penutupan lahan pemakaman yang selama ini digunakan warga RT 04 RW 05 dan masyarakat sekitar Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, memicu keresahan. Warga mendesak Pemerintah Kota Bekasi segera turun tangan agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

Informasi yang dihimpun, lahan pemakaman tersebut kini ditutup oleh pihak ahli waris, yakni Atin Sudiar, selaku ahli waris almarhum Sim Tjuan Po. Akibatnya, warga kehilangan akses terhadap lokasi pemakaman yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Warga berharap pemerintah tidak hanya menjadi penonton, tetapi segera mengambil langkah konkret melalui pembebasan lahan dari pihak ahli waris. Menurut mereka, keberadaan tempat pemakaman umum merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.

Di sisi lain, Atin Sudiar menyatakan bersedia apabila pemerintah melakukan pembebasan lahan. Ia mengaku beban pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas lahan tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga penyelesaian melalui pembebasan lahan dinilai menjadi solusi terbaik bagi semua pihak.

“Beban PBB semakin berat dari tahun ke tahun. Jika pemerintah bersedia membebaskan lahan, kami menyambut baik penyelesaian tersebut,” ujar Atin Sudiar, Selasa (4/8/2026).

Harapan serupa juga disampaikan Tongklek, salah seorang warga yang berusia hampir 70 tahun. Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi segera menyelesaikan persoalan tersebut agar masyarakat tidak lagi kebingungan ketika membutuhkan lahan pemakaman.

“Kami hanya berharap persoalan ini segera selesai. Pemakaman ini sangat dibutuhkan warga,” kata Tongklek.

Hingga berita ini ditulis, warga masih menunggu respons dan langkah nyata dari Pemerintah Kota Bekasi terkait kemungkinan pembebasan lahan agar fungsi pemakaman dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

 

Pewarta/Editor: Riki

BEKASI TOP