
JAKARTA, POSBEKASI.com — Rotasi besar-besaran di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menandai awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, SH., S.IK., M.Si. resmi ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya ke-43.
Dadang resmi menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri, pada Sabtu (3/10/2026), yang dipromosikan menjadi Irwasum Polri. Langkah kilat ini merupakan bagian dari rombakan terhadap 88 personel Polri, yang mencakup promosi 70 perwira, mutasi 14 Pejabat Utama Mabes Polri, serta penyegaran di 19 pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda).
Bagi Dadang, penunjukan sebagai Kapolda Metro Jaya ibarat kembali ke tempat di mana fondasi kepemimpinannya di wilayah ibu kota mulai ditempa.
Rekam Jejak Lapangan dan Kepemimpinan
Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, pada 24 November 1971 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Berbekal keahlian mendalam di bidang reserse, Dadang memiliki rekam jejak yang panjang dalam penanganan perkara hukum dan manajerial kepolisian.
Kariernya di wilayah hukum Polda Metro Jaya dimulai saat ia dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Senen pada tahun 2005. Kepemimpinannya yang humanis dan persuasif di lapangan mengantarkannya memegang berbagai posisi strategis, mulai dari Kapolres Subang (2009), Kapolres Cianjur (2011), hingga Wakapolrestabes Bandung (2012).
Pengalaman teruji di tingkat komando daerah tercermin saat ia memimpin Polrestabes Medan pada 2017 dan kemudian dilantik sebagai Wakapolda Sumatra Utara pada 2020. Sebelum ditunjuk memimpin Polda Metro Jaya, Dadang dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolda Maluku pada 2025.
Perwira Tinggi Bergelar Guru Besar
Selain memiliki karier kepolisian yang cemerlang, Dadang Hartanto dikenal sebagai sosok akademisi yang haus akan ilmu pengetahuan. Ia berhasil mengukuhkan dirinya sebagai akademisi ulung di tengah kesibukannya sebagai pimpinan kepolisian.
Pada 27 Mei 2023, Dadang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) dalam bidang Ilmu Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Dedikasinya di bidang pendidikan dan pengembangan SDM Polri makin terlihat saat ia dipercaya menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2023) serta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri pada tahun 2024.
Riwayat Jabatan Irjen Pol Dadang Hartanto:
• 2005: Kapolsek Senen
– Pabungkol Spripim Polri
• 2009: Kapolres Subang
• 2011: Kapolres Cianjur
• 2012: Wakapolrestabes Bandung
• 2012: Sespri Kapolri
• 2014: Assesor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri – Koorspripim Polri
• 2016: Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri
• 2017: Kapolrestabes Medan
• 2019: Karorenmin Bareskrim Polri
• 2020: Wakapolda Sumatra Utara
• 2023: Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)
• 2023: Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri
• 2024: Ketua STIK Lemdiklat Polri
• 2025: Kapolda Maluku
• 2026: Kapolda Metro Jaya
Dengan perpaduan pengalaman lapangan di bidang reserse, rekam jejak kepemimpinan wilayah, serta latar belakang akademis yang kuat, penunjukan Irjen Pol Dadang Hartanto diharapkan mampu membawa pendekatan yang humanis, terukur, dan berbasis pengetahuan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Pewarta/Editor: Zulkarnain/Ismail Hasibuan

