
“Ada satu tugas berat, Allah akan memberikan keberkahan pada kita untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, inilah tugas saya insyaallah bila dijadikan sebagai pemimpin Kota Bekasi akan saya tunaikan,” kata Nur Suprinyanto saat menyampaikan tausyiahnya pada acara Tabliq Akbar di Alun Alun Kota Bekasi, Jumat 23 Februari 2018 malam.
Acara Tabliq Akbar pimpinan Habib Alwi Al Athos yang mendatangkan tuan guru fenomenal Ustadz H.Abdul Somad,Lc,MA, dihadiri ribuan warga Kota Bekasi.
Dalam kesempatan tausyiah yang diberikan kepada Nur Supriyanto yang hanya berbicara sekitar 3 menitan itu menyatakan, dirinya akan berjuang demi kebaikan umat Islam dengan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar adalah sebuah frasa dalam bahasa Arab (dalam syariat Islam hukumnya adalah wajib) yang maksudnya sebuah perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadirannya dalam acara adalah suatu kewajiban karena kecintaan pada Allah dan Nabi, dan juga karena cinta pada ulama sebagai pewaris Nabi yang mengajarkan agama dan kebaikan.
“Insyaallah kita bersatu bersama-sama di sini menjaga kebaikan. Menjauhkan nahi mungkar, bersatu dalam kebaikan dengan umat. Itulah tekad kita bersama dengan bergandeng tangan dan bersatu Insyaallah kita bisa menegakkan amar ma’ruf nahi munkar,” tutupnya.
Ustadz Abdul Somad dalam kesempatan tausyiahnya menyatakan, jihad pemimpin itu bukan puasa, shalat atau zakat.
“Ada tiga hal tentang jihad kepemimpinan. Jihad pemimpin adalah ditangannya. Jihad kita adalah mencoblos pemimpin yang sholeh, yang amanah, yang dekat dengan Islam. Allahu Akbar!” ucap Ustadz Abdul Somad dihadapan ribuan masyarakat Kota Bekasi.[POB1]

