POSBEKASI.com | Oleh: H. Syahrir, SE, M.I.Pol – Anggota Fraksi Gerindra & Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat.
Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober, menjadi momentum berharga untuk merefleksikan kembali pentingnya hubungan erat antara institusi pertahanan dan seluruh lapisan masyarakat.
Peringatan ini juga menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi tiada henti dari seluruh prajurit dalam mengawal keamanan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perjalanan panjang militer di tanah air, jati diri TNI sejak awal berdiri tidak pernah terpisahkan dari rakyat.
Keberadaan prajurit di tengah masyarakat bukan sekadar pengawal batas wilayah, melainkan bagian dari elemen masyarakat itu sendiri yang tumbuh, hidup, dan berjuang bersama demi kepentingan nasional.
Dinamika Sejarah dan Transformasi Militer
Sejarah mencatat bahwa penetapan tanggal 5 Oktober sebagai hari jadi TNI mengakar pada pembentukan Tentara Keamanan Rakyat pada tahun 1945.
Sebelum berkembang menjadi organisasi pertahanan yang modern seperti saat ini, struktur militer Indonesia telah melintasi pelbagai fase perubahan penting:
• Badan Keamanan Rakyat – Wadah awal pengamanan negara pada masa awal pasca-proklamasi kemerdekaan.
• Tentara Keamanan Rakyat – Langkah awal pembentukan organisasi militer resmi negara pada 5 Oktober 1945.
• Tentara Republik Indonesia dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia – Tahapan integrasi yang sempat menyatukan fungsi pertahanan dan kepolisian dalam satu wadah.
• Tentara Nasional Indonesia – Era pemisahan peran antara militer dan kepolisian yang secara resmi bergulir pada Agustus tahun 2000 melalui Ketetapan MPR, guna mengembalikan fokus militer pada fungsi utama pertahanan negara.
Saat ini, kekuatan TNI bertumpu pada tiga matra utama yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara yang berkoordinasi secara solid di bawah komando Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan.
Pesan Luhur Pendiri Bangsa dan Profesionalisme
Nilai-nilai dasar pertahanan negara yang diwariskan oleh para tokoh pendiri bangsa tetap menjadi kompas moral bagi setiap prajurit.
Prinsip utama yang ditanamkan oleh Presiden Soekarno mengenai pentingnya profesionalisme tentara yang berakar dari rakyat, serta keteguhan Jenderal Besar Soedirman terkait kewajiban tunggal menjaga keselamatan negara, merupakan amanat abadi yang harus terus dijaga.
Pedoman sejarah tersebut menuntut setiap insan prajurit untuk senantiasa memelihara disiplin tinggi, memegang teguh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Peran Strategis dalam Pembangunan dan Arahan Presiden Prabowo
Selain menjaga kedaulatan wilayah dari ancaman luar, keterlibatan TNI dalam ruang sipil dan agenda pembangunan nasional membawa dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga di daerah terpencil maupun wilayah perbatasan.
Sebagaimana ditegaskan oleh Jenderal TNI (Purn) Presiden Prabowo Subianto, pelibatan TNI dalam ruang sipil dan pembangunan bertujuan untuk mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri.
Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo juga melibatkan TNI dalam mendukung program strategis nasional, termasuk pembentukan Satgas Ketahanan Pangan untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Beberapa program strategis yang menjadi perhatian utama dan sedang berjalan antara lain:
• Pembangunan Infrastruktur Desa – Progres pembangunan 2.500 jembatan desa yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026 guna memperlancar akses perekonomian warga.
• Penyediaan Sarana Air Bersih – Pembangunan hampir 3.000 titik air bersih di berbagai wilayah Indonesia yang rentan krisis air.
• Program Kelistrikan Perdesaan – Penjangkauan aliran listrik ke desa-desa di wilayah terluar yang terus berjalan sepanjang tahun ini.
• Bakti Sosial Terpadu – Pelaksanaan bakti sosial TNI yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Apresiasi dan Harapan
Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya patut disampaikan kepada seluruh prajurit TNI atas pengabdian, perjuangan, dan dedikasi dalam menjaga negeri tercinta, mulai dari pusat perkotaan hingga pelosok perbatasan tanah air.
Seluruh pengorbanan para prajurit merupakan pilar utama penjaga ketenteraman bangsa, “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Harapan besar tertuju agar di usia yang ke-81 ini, TNI senantiasa menjadi garda terdepan penjaga kedaulatan, keutuhan, dan keamanan NKRI, serta berkembang menjadi institusi pertahanan yang semakin profesional, modern, tangguh, dan selalu dekat dengan rakyat.**

