POSBEKASI.com | Oleh: H. Syahrir, SE, M.I.Pol (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat).
PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 mengusung tema yang sangat mendalam dan sarat makna: “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema ini bukan sekadar narasi seremonial tahunan, melainkan sebuah manifestasi ideologis dan panggilan moral agar seluruh elemen bangsa—dari pusat hingga daerah—bersatu padu menjadikan keberagaman sebagai fondasi utama kedaulatan, demi mewujudkan keadilan sosial yang berujung pada kemakmuran bersama.
Sebagai wakil rakyat yang diamanahi suara masyarakat empat periode di DPRD Provinsi Jawa Barat, saya memandang bahwa momentum HUT ke-81 RI ini harus dijadikan titik balik akselerasi pembangunan yang inklusif. Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, arah kebijakan negara menunjukkan keberpihakan yang nyata dan radikal terhadap penguatan ekonomi kerakyatan serta pemenuhan hak-hak dasar warga negara.
Dari Dapur Rakyat hingga Pesisir Nusantara
Kedaulatan sejati hanya akan bermakna jika ia dirasakan secara nyata oleh mereka yang berada di lapis paling bawah. Hari ini, kita menyaksikan bagaimana negara hadir secara konkret melalui berbagai instrumen kebijakan strategis yang menyentuh langsung sendi-sendi kehidupan masyarakat bawah:
• Pembangunan SDM Unggul: Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar intervensi gizi anak, melainkan fondasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi menyongsong Indonesia Emas.
• Kedaulatan Ruang Hidup dan Hunian: Pemenuhan hak atas papan melalui target pembangunan tiga juta rumah KPR subsidi menegaskan komitmen negara bahwa rumah layak huni adalah hak setiap warga, bukan lagi sebuah kemewahan. Komitmen kerakyatan tersebut termanifestasi secara nyata untuk kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), tatkala Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan akad massal 62.710 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang dipusatkan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 30 Juli 2026.
• Penguatan Ekonomi Akar Rumput: Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi pilar penting untuk mendesentralisasikan pertumbuhan ekonomi, memastikan bahwa kemakmuran tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan, tetapi juga tumbuh subur di desa-desa dan kawasan pesisir Jawa Barat.
Menyalakan Semangat Pemerataan dari Bumi Pasundan
Kemerdekaan ke-81 menuntut kita untuk bersikap jujur: kedaulatan politik tidak akan kokoh tanpa kedaulatan ekonomi, dan kedaulatan ekonomi tidak akan bermakna jika keadilan distributif belum dirasakan oleh setiap warga di pelosok-pelosok Jawa Barat.
Sebagai wakil rakyat dari Jawa Barat, pencapaian nasional ini menjadi cambuk sekaligus inspirasi bagi kami di legislatif, harus dijawab dengan kebijakan lokal yang sinkron, proaktif, dan berintegritas.
Dari Bumi Pasundan, tanah yang kaya akan sejarah perjuangan dan potensi budaya, mari kita kobarkan semangat kolaborasi. Tugas kita bersama—baik legislatif, eksekutif, sektor swasta, maupun seluruh elemen masyarakat—adalah memastikan bahwa setiap program pro-rakyat dari pemerintah pusat dapat terakselerasi dengan baik di Tatar Sunda. Kita kawal distribusi kesejahteraan ini agar tepat sasaran, menyentuh petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, hingga generasi muda kreatif.
“Kemerdekaan sejati adalah ketika negara mampu menjamin bahwa setiap anak bangsa memiliki akses yang adil atas pangan yang bergizi, pekerjaan yang layak, dan rumah tempat mereka menumbuhkan harapan.”
Mari kita jadikan HUT ke-81 RI ini sebagai momentum pengabdian terbaik untuk merawat kedaulatan, menegakkan keadilan, dan mempersembahkan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!
Jawa Barat Juara, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur!

