Bekasi Online

Paman dan Sepupu Bejat Jadikan Bunga Budak Nafsu Selama 6 Tahun

Ilustrasi
Ilustrasi

POSBEKASI.COM – Kasus asusila yang menimpa sebut saja beranama Bunga siswi Kelas XI SMA di Kota Bekasi yang dilakukan oleh paman dan anak kandungnya masih dalam penyelidikan Polres Metro bekasi Kota.

Pelaku BR, 45 tahun dan putranya DK, 25 tahun, menjadikan Bunga budak seks kedua ayah dan sepupunya itu untuk melyani nafsu bejatnya selama bertahun-tahun.

Dalam laporan wali murid korban dengan ke Polrestro bernomor : LP/193/K/ISI/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota, kasus tersebut tengah ditangani Unit PPA Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi Kota.

“Berdasarkan laporan tersebut tengah dilakukan penyelidiki tindak asusila yang dialami Bunga,” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, kemaren.

Dikatakannya, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi dari pihak sekolah, teman korban, dan keluarga. “Kita masih menunggu hasil visum, apakah tindak asusila itu terjadi,” katanya.

Untuk keselamatan Bunga, oleh keluarganya telah diamankan di wilayah Bogor. “Unuk tersangka belum kita tetapkan masih kita dalami,” kata Kompol Erna.

Sampai kini, penyidik belum meminta keterangan BR dan DK. “Penyidik masih mendalami keterangan para saksi. Korban masih kami upayakan untuk dimintai keterangannya,” ujarnya.

Berdasarkan laporan kata Kompol Erna, korban mengalami trauma karena terus dipaksa menjadi budak seks selama bertahun-tahun di rumah BR di Kampung Wisma Asri, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Bahkan, Bungan telah menjadi budak nafsu kedua pria itu sejak masih duduk dibangku Kelas V SD di Kota Bekasi. Sejak itu terhitung sudah enam tahun Bunga terpaksa melayani paman dan anakanya.

Terungkapnya kejahatan asusila tersebut berawal wali murid korban yang merasa curiga melihat leher korban terdapat tanda kemerahan bekas ciuman dan luka lebam di wajah korban.

Karena didesak sang wali murid, akhirnya Bunga menceritakan peristiwa bertahun-tahun yang dialaminya.‎ Bunga yang selama ini tinggal di rumah pamanya ituatas permintaan orangtuanya karena orangtuanya bekerja di wilayah Bogor.

Mendengar pengakuan Bunga wali murid merasa terenyuh hatinya akan penderitaan Bunga langsung membuat laporan ke Mapolres Metro Bekasi Kota.[RIS]

BEKASI TOP