Posbekasi.com

Revolusi Apresiasi: Kemendikdasmen Dorong Siswa Berprestasi Dunia Sebagai Pahlawan Bangsa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengenalkan jaket simbol pelepasan siswa yang menjadi Delegasi Indonesia ke Ajang Internasional Tahun 2026, untuk mengikuti berbagai perlombaan tingkat internasional di Graha Utama Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Posbekasi.com / Ismet

JAKARTA, POSBEKASI.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi menginisiasi perubahan paradigma apresiasi bagi pelajar berprestasi dengan menempatkan mereka sebagai pahlawan bangsa. Langkah ini diambil untuk memastikan kontribusi para pelajar yang berlaga di kancah internasional mendapatkan pengakuan yang setara dengan duta bangsa lainnya, guna mengakselerasi pencapaian target Indonesia Emas sebelum tahun 2045.

“Anda berlomba dari berbagai negara untuk membawa nama besar negara, seperti pemain bola dunia saat ini bagaimana mereka mengangkat nama bangsanya. Ini untuk meyakinkan kalian, orang melihat Anda adalah orang Indonesia membawa misi dan nama besar Indonesia di kancah dunia,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, pada pelepasan siswa yang menjadi Delegasi Indonesia ke Ajang Internasional Tahun 2026, untuk mengikuti berbagai perlombaan tingkat internasional di Graha Utama Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Sebanyak 14 bidang kompetisi dunia akan diikuti oleh delegasi Indonesia tahun ini, mulai dari bidang informatika, kecerdasan buatan, hingga kebumian. Kemendikdasmen menekankan bahwa keberhasilan para siswa dalam ajang ini bukan hanya soal raihan medali, melainkan pembuktian ketangguhan mental dan inovasi praktis yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kalian menang, kadang menterinya saja tidak tahu, ini harus diubah. Kalian jadi juara pulang harus dijadikan pahlawan, bukan sekedar hadiah-hadiah saja. Tapi ini lebih meningkatkan minat akademisi murni, tapi juga menjadi akademisi yang mendermabaktikan kepada bangsa dan negara. Penemuan yang kalian lakukan membawa harkat martabat bangsa,” tegas Abdul Mu’ti.

Dalam arahannya, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya pergeseran fokus pendidikan dari sekadar hafalan menuju penguasaan kerja lapangan yang kreatif. Selain itu, apresiasi khusus turut diberikan kepada delegasi anak berkebutuhan khusus yang telah menunjukkan prestasi gemilang di ajang internasional dengan torehan empat medali emas dan dua diploma.

“Enam ajang yang diikuti delegasi antara lain International Olympiad in Informatics di Uzbekistan, International Geography Olympiad di Turki, International Olympiad in Artificial Intelligence di Kazakhstan, International Earth Science Olympiad di Italia, International Olympiad on Astronomy and Astrophysics di India, serta The Battle of the Chefs di Malaysia untuk anak berkebutuhan khusus,” terang Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Ir. Suharti, M.A., Ph.D.

Strategi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih menghargai karya inovatif dan dedikasi nyata. Dengan dukungan pemerintah yang lebih substantif, para pelajar diharapkan terus termotivasi untuk menjadi akademisi yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi martabat bangsa di mata dunia.

“Peserta tidak cukup hanya mengandalkan hafalan, melainkan harus mampu menunjukkan kecerdasan dalam kerja lapangan dan inovasi praktis, sebagaimana yang saat ini juga tengah diperjuangkan oleh delegasi Indonesia lainnya di ajang matematika dan biologi dunia,” tutup Abdul Mu’ti. [met]

BEKASI TOP