
Namun dalam prosesnya, ketika upaya menambah jumlah hutan dibebankan kepada masyarakat hal tersebut berdampak pada berkurangnya minat masyarakat untuk menyumbang atau menanam pohon.
“Kita harus membalik cara berpikir masyarakat. Seharusnya masyarakat ditunjukkan bahwa pohon itu bernilai ekonomis yang sangat tinggi,” ujar Yunandar Eka saat kunjungan kerja ke Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX, di Kabupaten Sumedang, Jumat (4/9/2020).
Lebih lanjut Yunandar menambahkan strategi sukses rehabilitasi tutupan kawasan hijau di Jawa Barat dapat mencapai target, dapat dimulai dari bagaimana masyarakat memperoleh kesejahteraan dari produksi hasil hutan baik kayu maupun non kayu.
“Harapannya bisa jadi program (hutan) ke depan jadi roda penggerak perekonomian Jawa Barat,” pungkasnya.[POB]

