Posbekasi.com

Bekasi Berduka! Aulia Putri Susul Sang Adik ke Liang Lahat, Tragedi Gas Cimuning Kini Telan 4 Nyawa

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, saat membesuk korban ledakan SPBE Cimuning di RS Primaya Bekasi Timur, Kamis (2/4/2026). Posbekasi.com / Ist

BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan hebat yang memicu kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi, kembali bertambah. Hingga Kamis, 9 April 2026, total korban tewas kini tercatat sebanyak empat orang setelah satu korban terakhir mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

“Betul, total yang meninggal saat ini ada empat orang. Satu korban terbaru meninggal setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” kata Camat Mustika Jaya,Maka  Nachrowi, Kamis (9/4/2026).

Korban keempat yang dinyatakan meninggal dunia adalah Aulia Putri Budiastuti. Ia dilaporkan meninggal dunia pada pukul 04.30 WIB pagi tadi saat menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi akibat luka bakar serius yang dideritanya.

“Berdasarkan informasi yang dihimpun, Aulia merupakan kakak kandung dari almarhum Sapta Prihantono, korban ketiga dalam peristiwa ledakan yang disertai kebakaran di SPBE Cimuning tersebut,” ujar Maka  Nachrowi.

Sebelum Aulia dinyatakan meninggal, jumlah korban jiwa hingga Rabu (8/4/2026) masih berjumlah tiga orang. Selain anggota keluarga yang terdampak, ledakan dahsyat ini juga merenggut nyawa para pekerja yang sedang bertugas di lokasi kejadian saat api berkobar.

“Korban laki-laki, masih pelajar, sebelumnya sempat menjalani perawatan. Salah satu korban memang teridentifikasi merupakan seorang pelajar,” kata Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe.

Dua korban lainnya yang meninggal lebih awal adalah personel keamanan (sekuriti) SPBE tersebut, yakni Suyadi dan Jaimun. Suyadi dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (5/4/2026), sementara rekannya, Jaimun, menyusul pada Senin (6/4/2026) setelah kondisinya terus menurun.

“Dua korban lainnya merupakan pekerja di lokasi yang berprofesi sebagai sekuriti SPBE, yakni Suyadi dan Jaimun. Suyadi meninggal lebih dahulu pada Minggu, sedangkan rekannya, Jaimun, meninggal pada Senin,” ungkap Maka  Nachrowi.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus memantau kondisi korban luka lainnya dan melakukan investigasi mendalam terkait penyebab pasti ledakan di area pengisian gas tersebut. Tragedi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bekasi mengingat besarnya dampak kerusakan dan hilangnya nyawa warga sekitar serta pekerja. [gha]

BEKASI TOP