
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.COM – Ketua DPP Dewan Pembina Literasi Gerakan Literasi Nasional (GLN), H. Syahrir, SE, M.I,Pol., menegaskan bahwa literasi bukan lagi sekadar kemampuan teknis membaca dan menulis, melainkan kompetensi hidup yang menentukan kualitas masa depan bangsa. Literasi menjadi jantung pendidikan berkelanjutan (sustainable education) dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Literasi adalah instrumen pemberdayaan yang membekali seseorang agar mampu terus belajar (re-learn), meninggalkan cara lama (unlearn), dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujar H. Syahrir, Rabu (18/2/2026).
Dikatakannya, pendidikan berkelanjutan ditekankan bukan hanya soal durasi waktu di bangku sekolah, tetapi kemampuan individu untuk terus bertumbuh dan berdaya guna sepanjang hayat. Di tengah arus informasi yang tak terbendung, literasi hadir sebagai fondasi utama agar masyarakat tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi individu yang kritis dan solutif.
“Pendidikan berkelanjutan hanya akan terwujud jika setiap individu memiliki kunci literasi yang kuat. Kita harus memastikan literasi menjadi denyut nadi di setiap ruang kelas hingga pelosok desa,” tegas anggota DPRD Jabar ini.
Selain itu, terdapat tiga pilar pendukung lainnya yakni Literasi Sains untuk membentuk pola pikir berbasis bukti, Literasi Finansial sebagai pilar kemandirian ekonomi, serta Literasi Budaya dan Kewargaan. Pilar terakhir ini dinilai sangat krusial bagi bangsa Indonesia yang majemuk sebagai perekat kohesi sosial dan penjaga harmoni di tengah perbedaan.
“Di tengah ancaman polarisasi, literasi budaya adalah perekat. Ini adalah kemampuan untuk menghargai keberagaman sebagai kekuatan, bukan ancaman,” jelas Syahrir.
DPP Gerakan Literasi Nasional mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai gaya hidup. Investasi pada literasi dianggap jauh lebih berharga daripada sekadar biaya pendidikan, karena dampaknya akan menciptakan masyarakat yang tangguh, stabil secara ekonomi, dan demokratis.
“Buka lembaran baru, perkaya ilmu, perkuat literasi. Selamat Tahun Baru! Mari kita jadikan literasi sebagai gaya hidup demi masa depan Indonesia yang lebih cerdas,” pungkasnya. [amh]

