Posbekasi.com

Anggota Dewan Syahrir Sebar Paket Sembako untuk Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Syahrir beri bantuan paket sembako untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Bekasi, Rabu (5/3/2025). Posbekasi.com /Ist

posBEKASI.com | KAB.BEKASI – Banjir melanda wilayah Jakarta, Bogo, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Selasa 4 Maret 2025, yang mengakibatkan lebih 100 ribu jiwa terdampak, Kabupaten Bekasi terdampak paling besar kedua setelah Kota Bekasi sebanyak 61.233 dari 25 kelurahan di 12 kecamatan.

Sedangkan di Kabupaten Bekasi meliputi Kecamatan Bojongmangu, Cikarang Utara, CIkarang Timur, Cikarang Pusat, Cibitung, Cibarusah, Serang Baru, Setu, Tambun Utara dan Tambun Selatan, mengakibatkan 13.704 KK atau 51.320 jiwa terdampak banjir.

Banjir Jabodetabek ini merupakan tersebar setelah tahun 2020, yang dipicu intensitas hujan tinggi dan banjir kiriman dari Kabupaten Karawang.

Untuk meringankan beban warga Kabupaten Bekasi yang terdampak banjir, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, peduli korban banjir mengerahkan relawan Haji Syahrir dan berbagi bantuan paket sembako untuk warga diberbagai wilayah yang terdampak banjir ke posko pengungsian dan ke rumah rumah warga seperti, Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Cibitung, Sukawangi, dan Bojongmangu.

“Sangat merasakan kesulitan warga khususnya yang ditimpa musibah banjir. Untuk itu sepatunya kita berbagi meringankan beban warga khususnya yang terdampak banjir langsung,” ungkap Syahri, Rabu (5/3/2025).

Anggota DPRD Jabar Syahrir Fraksi Gerindra yang peduli korban banjir menebar paket sembako berupa makanan siap saji, mie instan dan minuman mineral ini berpesan agar Pemerintahan Kabupaten Bekasi ke depannya lebih mampu mengantisipasi dan mencegah atau mengurangi titik rawan banjir.

“Kedepannya semoga Pemerintahan Kabupaten Bekasi mampu mengatasi dan mencegah titik titik lokasi yang terdampak banjir. setidaknya dapat mengurangi wilayah rawan banjir,” ungkap Syahrir.

Sebagaimana diwartakan Posbekasi.com, BNPB melansir bahwa BPBD Kabupaten Bekasi masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah sejak tahun lalu menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi basah (banjir, longsor, curah hujan ekstrem, abrasi, angin kencang dan puting beliung) terhitung 21 Oktober 2024 hingga 31 Mei 2025. [pob]

BEKASI TOP