Posbekasi.com

Jabar Resti Peringkat Kedua Nasional Bencana Alam

Tim gabungan BPBD Kota Bekasi mengevakuasi warga Perumahan Pondok Gede Permai akibat banjir melanda Kota Bekasi sebanyak 126 titik di 12 kecamatan, Sabtu (20/2/2021). [Posbekasi.com /BPBD Kota Bekasi]
POSBEKASI.com | BANDUNG – Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai resiko bencana yang sangat tinggi. Untuk level provinsi, Jawa Barat, berada di peringkat kedua provinsi dengan tingkat resiko (resti) bencana alam paling tinggi.

Berdasarkan kondisi tersebut, Kementrian PPN/Bappenas menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait data statistik kebencanaan sesuai amanat RPJMN 2020-2024, dengan tema “Identifikasi Data Statistik Kebencanaan” di Bandung, Selasa 22 Maret 2022.

Kegiatan FGD dilaksanakan secara hybrid dibuka oleh Koordinartor Tim Analisis Ekonomi dan Statistik Bappenas Cut Sawalina. Dihadiri oleh perwakilan Dinas/Instansi di level Provinsi Jawa Barat dengan narasumber dari BPS Provinsi Jawa Barat, Diskominfo Jawa Barat dan Bappeda Jawa Barat.

Cut Sawalina menyampaikan perhatian pemerintah terhadap data statistik kebencanaan. Adanya perbedaan data dari setidaknya tiga sumber data yang ada menjadi sebuah hal yang perlu dikonfirmasi.

“Satu Data Indonesia sesuai Perpres No.39 Tahun 2019 dalam hal data statistik kebencanaan juga perlu dibangun untuk mitigasi penanganan bencana khususnya di Jawa Barat,” kata Cut.

Fungsional Statistisi Ahli Madya Dudung Supriyadi menjadi narasumber mewakili Kepala BPS Provinsi Jawa Barat. Dalam paparannya Dudung menyampaikan faktor penyebab adanya perbedaan data terkait statistik kebencanaan.

“Konsep dan pencatatan bencana antara kabupaten/kota menjadi salah satu faktor yang bisa membuat data berbeda. Untuk itu perlu disepakati dan penyeragaman konsep dalam menghitung data kebencanaan,” kata Dudung.

Selain paparan dari narasumber, FGD ini juga diisi diskusi dari peserta yang hadir. Semoga FGD ini bisa menjadi titik awal perbaikan data statistik kebencanaan untuk Satu Data Indonesia.[AMH]

BEKASI TOP