Bekasi Online

23 Jenis Burung Ditemukan di Hutan Mangrove Muaragembong

The Home River Bioblitz tahun 2021 yang juga bertepatan dengan Hari Sungai Sedunia mengikuti kegiatan konservasi flora dan fauna di wilayah Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Ahad (26/9/2021). [Posbekasi.com /IST]

POSBEKASI.COM | MUARAGEMBONG – Komunitas pecinta lingkungan di Kabupaten Bekasi melibatkan generasi muda di wilayah Muaragembong dalam rangka The Home River Bioblitz tahun 2021 yang juga bertepatan dengan Hari Sungai Sedunia mengikuti kegiatan konservasi flora dan fauna di wilayah Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Ahad (26/9/2021).

Pegiat lingkungan menemukan beberapa jenis flora dan fauna yang harus dijaga kelestariannya agar tidak punah.

Panitia The Home River Bioblitz Novita Anggraeni mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan anak-anak muda dalam kegiatan tersebut, untuk lebih meningkatkan rasa cinta mereka kepada lingkungan di sekitarnya.

“Antusiasme generasi muda dalam mengikuti kegiatan ini sangat baik. Kami berharap mereka bisa lebih semangat dalam mengeksplor wilayah lokalnya, agar lebih mengenal dan akhirnya memiliki penalaran baru sehingga mereka bisa lebih menyayangi lingkungan di sekitar rumah, lingkungan lokal dan lingkungan di wilayahnya,” kata Novita.

Dalam rangkaian kegiatan konservasi di hutan mangrove, pihaknya dibantu oleh komunitas Jakarta Bird Watcher Society yang berhasil mengidentifikasi 23 jenis burung yang dapat dilihat secara visual maupun dari suaranya.

“Ternyata Muaragembong itu punya banyak sekali hal yang menarik. Tadi kita sudah lihat, dalam waktu beberapa menit saja eksplor di hutan mangrove ini, terdapat 23 jenis burung, artinya potensi dari fauna ini menjadi daya tarik,” tambahnya.

Sekertaris Desa (Sekdes) Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong, Ahmad Qurtubi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat mengedukasi para peserta. Menurutnya di sepanjang Sungai Citarum, banyak flora dan fauna yang harus bisa lebih terekspos dan dijaga kelestariannya.

“Masyarakat harus lebih bisa menjaga hutan mangrove, karena hutan ini juga sebagai rumah bagi hewan-hewan yang langka, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ujarnya.

Qurtubi menyebutkan, di hutan mangrove Muaragembong masih terdapat beberapa spesies binatang yang harus dijaga kelestariannya, diantaranya burung Bangau Bluwok (mycteria cinerea) dan Burung Elang Bondol (haliastur indus).

“Kita harus menjaga kelestariannya, agar rumah mereka tetap ada dan mereka ada disekitar kita,” ucapnya.[JAL]

BEKASI TOP