Bekasi Online

Kasus Covid-19 Tinggal 0,3 Persen, Wali Kota: Langkah Sudah Enteng

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyambangi rumah warga yang isolasi mandiri di Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (26/7/2021). [Posbekasi.com /Ismail]

POSBEKASI.COM | BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan  kasus aktif terpapar Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai di angka 0,3 persen yang menjadi hasil kerja keras bersama seluruh elemen dalam pencegahan penanganan Covid-19 di Kota Bekasi menjadi suatu pelandaian yang luar biasa.

Akibat dari kasus aktif 0,3 persen, angka kesembuhan menjadi 98% dan untuk kasus kematian sudah datar,  Wali Kota berpesan jangan terlalu jumawa (congkak) karena kasus aktif sudah mencapai 0,3 persen akan tetapi kita bersyukur dan harus dipertahankan.

“Kasus aktif di Kota Bekasi masih terdiri para isolasi mandiri di kediaman masing-masing dan para pasien yang berada di Rumah sakit, menjadi target penting di wilayah bagi Camat ataupun Lurah sebagai kepala wilayah yang harus selalu mengontrol perkembangan kesehatannya, karena ini hasil dari kerja sama kita semua dalam pengendaliannya,” kata Wali Kota Rahmat Effendi saat apel pagi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Senin (6/9/2021).

Di samping itu, Dinas Kesehatan diperintahkan untuk mensinkronkan data laporan ke provinsi maupun pusat ataupun data perharinya mengenai data untuk pengendalian Covid-19 ataupun data mengenai pelaksanaan vaksin.

Sebanyak 362.000 vaksin jenis Pfizer yang telah tersebar untuk warga Kota Bekasi direncanakan akan hadir kembali untuk 27.000 dosis Pfizer yang akan menggenjot warga Kota Bekasi dalam meningkatkan herd immunity di Kota Bekasi, pentingnya memiliki dosis vaksin untuk warga ialah kekebalan bagi warga mengenai masa pandemi ini untuk menangkal terjadinya perpindahan virus secara cepat selain kita mengantisipasi diri sendiri dalam penegakkan protokol kesehatan.

“Kita selalu berusaha update dan berperilaku jujur dalam pengolahan data baik laporan Covid maupun vaksinasi bagi warga, tidak ada yang ditutupi dan semua transparan, untuk itu Dinkes harus menyajikan data laporan,” ujar Rahmat Effendi.[ISH]

BEKASI TOP