Bekasi Online

Liga Masa Pandemi Bikin Hasil Akhir Sulit Diprediksi

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts. [Posbekasi.com /Istimewa]

POSBEKASI.COM | BANDUNG – Persiapan kontestan Liga 1 2021/2022 jelang dimulainya kompetisi berbeda-beda. Ada klub yang waktu memanaskan mesinnya sangat singkat karena tidak bisa berlatih pada masa PPKM. Namun untuk klub-klub yang wilayahnya tidak terdampak aturan itu, mereka masih bisa berlatih rutin.

Menurut Robert Rene Alberts, situasi ini makin membuat jalannya kompetisi terutama di awal musim akan menjadi sulit diprediksi. Karena semua tim masih beradaptasi dan menyesuaikan kondisi tampil di masa pandemi. Menurutnya, situasi serupa juga dialami negara-negara di Eropa saat memulai kembali liga usai jeda pandemi covid-19.

“Itu akan sangat-sangat tidak terprediksi. Jika kamu melihat liga Inggris dimulai musim lalu, ketika semua laga digelar tanpa penonton dan persiapan tim berbeda-beda, lalu di tengah-tengah musim ada yang terkena covid karena itu tidak bisa dihindari, bisa dilihat itu mempengaruhi hasilnya,” ujar Robert saat diwawancara, Selasa (10/8/2021).

Dengan aturan laga digelar tanpa penonton misalnya, klub yang bermain sebagai tuan rumah tidak diuntungkan. Itu karena stadion seakan menjadi lokasi netral dan dukungan dari suporter tidak dirasakan. Situasi seperti itu dirasa Robert bisa memberi pengaruh pada hasil akhir di suatu pertandingan.

“Tim yang bermain sebagai tuan rumah itu biasanya sulit ditaklukkan kini bisa mendapat hasil yang buruk karena tiba-tiba mereka tidak bisa didukung pemain ke-12 mereka. Itu bisa memberi perbedaan, bukan hanya di Inggris tetapi di Eropa. Semuanya akan berbeda di manapun dan Indonesia juga saya rasa akan sama, sulit diprediksi,” tukasnya.[HMK]

BEKASI TOP