
Eka mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam membantu serta mendukung perbaikan Gedung Juang 45 Bekasi hingga menjadi Museum Digital yang terlihat lebih modern. “Museum Gedung Juang 45 Bekasi akan menjadi ikon serta pusat Kabupaten Bekasi yang dapat diwariskan sampai ke generasi berikutnya,” ucap Eka.
Eka berharap Museum Digital ini dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi dalam mempelajari sejarah Bekasi dari sebelum kemerdekaan, saat memperjuangkan kemerdekaan, hingga mendapatkan kemerdekaan dari para penjajah.
KLIK : Sejarah Bekasi, Enam Tokoh Berjasa
Masyarakat Kabupaten Bekasi, kata Eka, diharapkan dapat selalu mengingat kegigihan para pejuang Bekasi dalam ikut merebut kemerdekaan. “Gedung ini menjadi Museum Digital yang nantinya masyarakat Kabupaten Bekasi bisa mengetahui dari mulai Bekasi jaman sebelum merdeka, jaman memperjuangkan kemerdekaan sampai merdeka,” ungkap Eka.
Selain itu, Museum Digital ini dapat menjadi pusat pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal sejarah dan mencintai daerahnya, serta dapat memiliki tekad bersama dalam memajukan Kabupaten Bekasi.
“Semoga Museum ini dapat menjadi pusat pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal sejarah daerahnya, mencintai daerahnya, serta dapat mempunyai tekad bersama untuk memajukan Kabupaten Bekasi agar tambah baik,” ujarnya.
KLIK : Enam Tokoh Berjasa Dalam Sejarah Bekasi
Eka mengimbau masyarakat Kabupaten Bekasi yang ingin datang ke Museum Gedung Juang 45 Bekasi dapat menggunakan transportasi umum seperti kereta api. “Karena selain menghindari macet, letak Museum ini sangat dekat dengan Stasiun Kereta Api Tambun yang dapat dijangkau dengan jalan kaki saja,” katanya seraya menyatakan dirinya sudah coba menggunakan kereta api untuk datang ke Gedung Juang 45, yang aksesnya sangat mudah, cepat, dan terhindar dari kemacetan.
Museum Gedung Juang 45 Bekasi, yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanudin, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, dibuka untuk umum mulai Sabtu, 20 Maret 2021 dari pukul 09.00 – 17.00 WIB.
Untuk mengunjungi Gedung Juang 45 tidak dipungut retribusi atau tiket, semua pengunjung gratis.
Syaratnya, pengunjung harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan guna terhindar dari penularan Covid-19. Jumlah pengunjung juga dibatasi maksimal 20 orang yang berada di dalam Museum dalam waktu yang bersamaan sehingga pengunjung harus masuk secara bergantian.[NRL]

