Gedung Juang 45 Tambun Selesai Revitalisasi Desember 2020

Gedung Juang 45.[POSBEKASI.COM/DOK.Istimewa]

POSBEKASI.COM | CIKARANG – Bupati Bekasi H Eka Supria Atmaja meninjau progres revitalisasi museum sejarah Gedung Juang 45 di Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2020).

Didampingi kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Eka mengaku bangga ditengah pandemi Covid-19 masih bisa membuat pencapaian kinerja  dengan merealisasikan revitalisasi Gedung Juang 45 Tambun yang menjadi ikon atau kebanggan masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Saya sengaja datang untuk melihat kemajuannya. Nanti disini masyarakat akan bisa melihat dan cerita peradaban Kabupaten Bekasi dari masa ke masa sebagai sebuah pelajaran berharga,” kata Eka.

Disampaikannya generasi sekarang dan yang akan datang di Kabupaten Bekasi harus tahu sejarah serta jati dirinya. Salah satunya dengan mengunjungi Gedung Juang 45.

“Disini dihadirkan perjalanan Kabupaten Bekasi mulai dari pra sejarah, masa kerajaan, kolonialisme, masa kemerdekaan serta masa sekarang yaitu masa mengisi kemerdekaan,” tambahnya.

Untuk menarik banyak pengunjung Museum Sejarah Gedung Juang 45 didesain modern menggunakan berbagai teknologi dikolaborasi dengan konten-konten dengan teknik digital.

“Saya juga akan mengimbau kepada Dinas Pendidikan agar pelajar Kabupaten Bekasi bisa datang kesini. Saya yakin gedung ini akan menjadi kebanggan warga Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Sementara, Kadis Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong mengatakan ide merevitalisasi Gedung Juang 45 untuk melestarikan warisan budaya Kabupaten Bekasi serta keinginan memiliki ikon atau kebanggan di Kabupaten Bekasi.

“Para tokoh serta budayawan sangat antusias untuk direvitalisasi agar Gedung Juang ini bisa menunjukan keunikannya, maka dibangun museum yang akan menjadi ikon yang terealisasi pada tahun ini anggaran sebesar Rp36 miliar,” terangnya.

Rencananya, Desember 2020 diharapkan Gedung Juang 45 selesai dibangun dan diresmikan serta bisa dinikmati seutuhnya oleh khalayak ramai khususnya warga Kabupaten Bekasi.

“Kita akan gratiskan dalam  beberapa waktu atau mungkin selama setahun untuk warga Kabupaten bekasi agar bisa menikmati dan kedepannya jika pengunjungnya banyak akan kita jadikan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD),” pungkasnya.[RIK/RED]

Pin It

Comments are closed.