Posbekasi.com

PSBB Bandung Raya Masih Diwarnai Pelanggaran

Ketua Komisi I DPRD Jabar Bedi Budiman dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada acara Video Conference, di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Kota Bandung, Sabtu (25/4/2020). [POSBEKASI.COM/IST]
POSBEKASI.COM | BANDUNG – DPRD Provinsi Jawa Barat menyambut baik evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Bandung Raya. Pasalnya, hingga hari keempat pemberlakuan PSBB masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan masyarakat seperti tidak mengenakan masker, sarung tangan dan berboncengan bagi pemotor roda dua.

Sehingga, koordinasi antarwilayah harus ditingkatkan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas PSBB dalam menurunkan persebaran Covid-19.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Bedi Budiman mengatakan salah satu indikatornya dampak dari PSBB tersebut ialah menurunnya tingkat arus lalu lintas hingga 30 persen. Dengan begitu, persebaran sebelum pemberlakuan PSBB dan setelah PSBB seharusnya dapat terlihat signifikan.

“Kalau bisa menunjukan perbedaan yang signifikan dari normal bisa ditekan hingga 30 persen berarti bisa dikatakan berhasil. Saat ini masih berupaya keras untuk menegakkan PSBB ini secara maksimal,” ujar Bedi seusai menghadiri acara Video Conference, di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Kota Bandung, Sabtu (25/4/2020).

Dia menambahkan, sinergitas antar lembaga terutama TNI Polri sangat diperlukan dalam menegakkan PSBB tersebut. Sebab, banyak daerah perbatasan dan perilaku masyarakat masih harus disosialisasikan penuh terkait dengan PSBB. Dengan begitu diharapkan dapat menekan dan mengefektifkan selama PSBB berjalan.

“Saya meyakini dari kerjasama TNI Polri dapat mengoptimalkan pemberlakuan PSBB ini,” katanya. [POB]

BEKASI TOP