Komisi IV DPRD Jabar Monitoring Penanganan Banjir Kota Bekasi

Ketua Komisi IV DPRD Jabar Imam Budi Hartono. [POSBEKASI.COM/ISH]

POSBEKASI.COM | BEKASI – Pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Jabar menggelar rapat kerja dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait bencana banjir yang terjadi awal tahun 2020 ini.

Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono menyatakan Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak banjir yang cukup besar sehingga perlu menginventarisasi sungai dan waduk yang mengalami kerusakan serta beberapa wilayah yang memerlukan bantuan seperti pompa air ataupun perbaikan infrastruktur pasca banjir melalui kebijakan anggaran.

“Perbaikan kondisi alam di hulu maupun di hilir akan diusahakan selain juga memperbaiki budaya masyarakat dalam membuang sampah dan limbah yang bisa menghambat dan membuat endapan di sungai dan situ sehingga terjadi pendangkalan yang membuat air tidak dapat tertampung dan terjadi luapan yang menyebabkan bencana banjir,” kata Imam dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Jabar terkait monitoring kondisi bencana banjir yang baru-baru ini melanda Kota Bekasi di Pemkot Bekasi, Selasa (14/1/2020).

Sementara, Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi, Sajekti Rubiyah didampingi Sekretaris BAPPEDA,  Kepala Dinsos, Kabid BKPPD, Kasie Darurat BPBD, Kabid Anggaran BPKAD menyambut rombongan Komisi IV tersebut.

Sajekti Rubiyah memaparkan
kondisi banjir di Kota Bekasi dan bantuan yang diperlukan di beberapa titik yang ada di Kota Bekasi

Tahun Baru 2020 Kota Bekasi mendapat guyuran hujan dari 31 Desember pukul 15:30 hingga 1 Januari pukul 06:00,” katanya.

“Beberapa perumahan di Kota Bekasi seperti Pondok Mitra Lestari, Pondok Gede Permai, Vila Jatirasa mengalami ketinggian air dari 1 – 6 meter,” katanya.

Sajekti juga menambahkan bahwa kondisi banjir tidak hanya berbahaya saat banjir yang berlangsung namun sesudahnya yaitu pasca banjir

“Setelah banjir, saya berkeliling bersama Kepala Daerah menyusuri tanggul yang jebol dari perumahan PML hingga PGP dan memang betul bahwa kondisi tanggul perlu direvitalisasi kembali karena ada dinding yang bocor”

Pemerintah Kota Bekasi juga telah menurunkan pegawai aparatur untuk turun langsung membantu masyarakat yang terdampak banjir dari 2 – 14 Januari 2020. [ISH]

Pin It

Comments are closed.