Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Turunkan Jumlah Produksi Air Bersih

Kali Bekasi tercemar.[DOK]

POSBEKASI.COM | BEKASI – Menanggapi Kali Bekasi yang kerap tercemar limbah, Dewan Pengawas PDAM Tirta Patriot, Toro Tomongo, SE. mendesak agar air baku diambil dari sodetan Palanta dari air Kalimalang.

“Sejarahnya kan jelas jika air Kalimalang itu untuk aliran ke sawah warga zaman Raja Purnawarman. Jadi wajar saja jika Kota Bekasi minta untuk air bersih warganya. Jangan pakai air Kali Bekasi lagi, malah takut berbahaya akibat air baku yang tercemar limbah,” ujar Toro seperti dikutip dari Dakta.com, Ahad (6/10/2019).

Pihaknya meminta agar Direksi segera mengirim surat ke PJT II (Dua) dan Kementerian Sumber Daya Air (SDA) agar sodetan Palanta di belakang Kemenag Jalan Kemakmuran diperlebar dan ditambah debitnya.

“Intinya kita akan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, jangan sampai warga Kota Bekasi kekurangan air bersih pada saat musim kemarau, karena Kali Bekasi tercemar,” katanya.

Imbas dari tercemarnya Kali Bekasi saat ini PDAM Tirta Patriot menurunkan jumlah produksi air bersih. Dewan Pengawas PDAM Tirta Patriot, Toro Tomongo, SE., menilai pengurangan debit produksi dari yang sebelumnya 500 liter per detik menjadi 150-200 liter per detik air kepada pelanggan bukan solusi yang tepat.

“Apapun alasannya itu menandakan kelemahan dan ketidaksiapan terhadap permasalahan yang terjadi. Yang dirugikan lagi-lagi pelanggan, ini sikap tidak profesional,” ujar Toro.

Toro menilai kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang layak pakai sangat penting. Apalagi ditengah musim kering ini.

“Kebutuhan air merupakan hal penting. PDAM wajib memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Jangan mereka (pelanggan) diminta memenuhi kewajibannya membayar sementara hak mereka dikurangi, sama saja merugikan sebelah pihak,” kata dia.

Kondisi air baku PDAM Tirta Patriot, diduga telah terkontaminasi oleh limbah beracun. Saat meninjau Bendung Kali Bekasi yang mempertemukan antara Kali Bekasi dengan Kalimalang, ditemukan kondisi air berwarna hitam pekat yang disertai bau dan berbusa.

Selain PDAM Tirta Patriot, warga RT 002/RW 002 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, juga mengeluh atas baunya air Kali Bekasi yang mengalir ke Sungai Kemakmuran.

Dampak real yang terjadi di Sungai Kemakmuran ialah rusaknya ekosistem seperti tumbuhan dan ikan yang mati.

Sebelumnya, Humas PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, Uci Indrawijaya, mengatakan pihaknya tetap menjaga kualitas dan mutu produksi. Hanya saja jumlah debit supply ke pelanggan tidak 100 persen seperti biasanya.

“Supply ke pelanggan hanya mampu 150 sampai dengan 200 liter per detik dari normalnya 500 liter per detik. Penurunan ini karena harus mempertahankan kualitas air ke pelanggan,” ujar Uci.[DAK]

Pin It

Comments are closed.