Bekasi Online

Longsor di Cimahi Diduga tak Adanya Drainase di Pemukiman

Kondisi rumah yang terkena material longsor di Kampung Ciawi Selatan, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Sabtu (27/4/2019).[REP]

POSBEKASI.COM | CIMAHI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengungkapkan longsor terjadi Jumat (26/4) sekitar pukul 19.40 Wib. Penyebabnya kontur tanah yang tidak stabil serta intensitas hujan yang deras.

Longsor membuat rumah Suyono (55 tahun) tertimbun longsor dengan tinggi 30 meter dan panjang longsoran 45 meter.

Suyono (55) dan keluarganya Wawa (52), Suci (17), Husen (25), Kania (6) dan Andri (30) menjadi korban selamat dan hanya mengalami luka ringan. Sementara itu, Kekey berusia 8 bulan dan Irma (15) tak terselamatkan dan meninggal dunia.

Sementara itu, tiga rumah milik Usup, Dadang dan Herman ikut terkena material longsor. Namun tidak menyebabkan ambruk. Ketiga keluarga tersebut dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Mereka yang mengalami luka dievakuasi ke rumah sakit Dustira dan Cibabat.

Berdasarkan pantauan, rumah yang ambruk berada tepat didepan tebing yang longsor. Kemudian, kawasan pemukiman di wilayah tersebut berada di dataran yang tinggi dan cenderung menanjak. Lokasi pemukiman warga terlihat tidak ditunjang oleh drainase yang bagus untuk jalur air. Sehingga tiap hujan sebagian rumah warga terkena banjir.

Ketua RW 19, Dudung Kosasih mengungkapkan penyebab terjadinya tebing longsor dan menimbun rumah warga karena hujan deras yang tidak tertampung drainase di jalan utama Raden Demang Hardjakusumah yang berdekatan dengan jalan Ciawitali. Kemudian meluap ke pemukiman warga

“Kalau kata saya kendalanya dari luapan air dari atas (Jalan raya). Yang paling gede dari jalan raya masuk ke pemukiman dan gak ke arahkan,” ujarnya saat ditemui di Jalan Gombong Ciawitali, Sabtu (27/4).

Menurutnya, luapan air meluap karena kondisi drainase dan gorong-gorong yang tersumbat. Sehingga air tumpah ke pemukiman. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya drainase di pemukiman warga setempat.

“Disini, biasa hujan tidak separah ini. Air dari got sana (jalan raya) masuk ke kebun terus langsung (kepemukiman). Di sini nggak ada drainase,” katanya.[Republika]

BEKASI TOP