Caleg Perempuan Ini Janji Dirikan Rumah Aman Keluarga Tiap Kelurhan

Caleg DPRD Jabar dapil Kota Bekasi dan Kota Depok dari PKS Riyana Widiyawati beraudiensi dengan warga dan tokoh masyarakat di lingkungan RW 07 Jatiwaringin, Sabtu 2 February 2019.[IST]

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Calon anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat, Dapil Kota Bekasi dan Kota Depok dari PKS, Riyana Widiyawati, menyatakan Pemilu sebagai sarana adu gagasan dan program untuk masa depan bangsa yang lebih baik.

Selain itu kata Riyana, saat beraudiensi dengan warga dan tokoh masyarakat di lingkungan RW 07, Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi, Sabtu 2 February 2019,  juga memaparkan visi, misi dan gagasan serta program kerja calon wakil rakyat.

“Pemilu adalah ajang adu gagasan dan adu program untuk Indonesia yang lebih baik. Pada pemilu, setiap partai memang harus bertarung memperebutkan suara rakyat, dengan cara menawarkan ide atau gagasan yang paling bermanfaat bagi rakyat,” kata Riyana dalam eterangan tertulisnya diterima Posbekasi.com, Rabu 6 February 2019.

KLIK : 13 Tahun Mandikan Jenazah, Any Melangkah Ke Parlemen

Menurutnya, kontes gagasan akan mampu meningkatkan kualitas demokrasi. Setiap partai harus mampu membentangkan rencana konkret untuk Indonesia juga untuk mencegah rakyat tertipu oleh partai-partai.

“Kalau tidak ada kontes gagasan, maka pemilu hanya akan berisi slogan-slogan kosong, citra diri palsu dan adu narsistik dari peserta pemilu. Politik slogan, politik pencitraan dan politik narsistik ini harus dihentikan,” terangnya.

Dikatakannya, prinsip dasar anggota dewan memperjuangkan aspirsi dan melaksanakan perda-perda yang mengusung kepentingan masyarakat secara luas.

KLIK : DPRD Kota Bekasi Tegaskan KPU Jamin Hak Pilih Masyarakat

Sementara, Riyana mengaku pada kontetasi pemilu 2019 ini ia menggagas program Rumah Aman Keluarga (RAK) minimal disetiap kelurahan memiliki RAK.

“RAK ini digunakan sebagai wadah bagi pendampingan anak dan ibu terkait permasalahan permasalahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), anak anak putus sekolah, serta pembinaan perempuan dan kaum ibu atau sekolah ibu,” ungkapnya.[DNS/POB]

Pin It