
Hal tersebut diungkapkan Dewan Pembina LAZ U-Care Indonesia, H.Asep Didi Kurnia,SE, yang menurutnya target tersebut sangat realistis dilihat dari perkembangan tahun sebelumnya.
“Pemberdayaan masyarakat mustadafin (lemah) di Kota Bekasi menjadi fokus lembaga kami dalam mengentaskan kemiskinan. Kami sudah mengelola sebanyak 3000 keluarga miskin tahun ini, Insya Allah akan kita tingkatkan menjadi 4500 keluarga di 2019 mendatang. Target kita di setiap kecamatan ada yang akan diberdayakan sekitar 3000 keluarga. Tentunya target kita bersaing dengan para rentenir,” kata Asep disela-sela acara Annual Meeting LAZ U-Care Indonesia 2018, yang mengusung tagline ‘Transformation, Solid Happiness dan Professional’ di Kota Bekasi, Rabu 25 Desember 2018.
Menurut Asep, untuk lebih menguatkan kerja kerja kemanusiaannya lembaganya mencanangkan tagline terbarunya Transformation, Solid Happiness dan Professional, agar memiliki semangat dan motivasi yang tinggi bagi seluruh karyawan maupun relawan U-Care Indonesia.
“Pertama dari lembaga yang dikelola apa adanya kita ingin terakreditasi nasional. Kemudian sudah resmi terekomendasi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kemudian juga koperasi ukhuwah menjadi lembaga resmi yang menginduk ke lembaga koperasi. Ukhuwah juga lembaga yang ingin berkiprah dengan lembaga kemanusiaan Internasional,” imbuhnya.
Kedua lanjutnya, dalam kerja kerja sosial dan kemanusiaan kita harus senantiasa berbahagia dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain dengan berbagi kebaikan kepada setiap penerima manfaat. “Ketika kita berbagi, Allah SWT akan memberi kebahagiaannya kepada kita,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina LAZ U-Care Indonesia, H.Achmad Ridwan,SE,MM, acara tersebut sebagai ajang konsolidasi dan evaluasi sekaligus melakukan perencanaan tahun selanjutnya untuk lebih berkhidmat bagi warga Kota Bekasi.
“Annual Meeting 2018 atau Rencana Kerja Anggaran Tahun (RKAT) tahun 2019 adalah even yang kita lakukan sebagai konsolidasi, evaluasi serta merencanakan khidmat dan manfaat buat masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Karena kita lembaga sosial filantropi yang memang peduli dengan masalah kemasyarakatan dan umat,” katanya kepada awak media.
Lebih lanjut dikatakannya, target menjadi Amil Zakat yang memiliki performa layaknya LAZ nasional dengan capaian hingga Rp50 milyar pertahun.
“Alhamdulillah setelah kami ikuti Konferensi Zakat Internasional di Malaysia kemarin, kami lebih memiliki banyak network sekarang dan ikut koordinasi dengan BAZNAS,” terangnya.
Menurut Ridwan, untuk mewujudkan target tersebut pihaknya sedang memperkuat divisi marketing komunikasi. Karena ia merasakan betul potensi zakat secara nasional menurut BAZNAS mencapai Rp300 trilyunan.
“BAZNAS sendiri baru mampu mengambil 2-3 persen saja. Artinya potensi zakat di Indonesia sangat besar. Namun kesadaran berzakat, infaq dan shodaqoh masyarakat, kata Ridwan masih rendah karena mungkin tingkat kepercayaan kepada lembaga juga masih rendah,” tambahnya.[REL/POB]

