
Banjir diakibatkan ambruknya tembok Swalayan Naga yang menimpa saluran air dan menutupi aliran air sehingga air meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 40 cm sampai dengan 60 cm.
“Padahal dulu, pas saya kunjungan ke sini saya minta dilebihin 2 meter untuk pelebaran saluran, tapi tidak sampai 2 meter nyatanya,” ujar Rahmat kepada warga.
Dengan adanya kejadian tersebut Rahmat memerintahkan semua SKPD terkait ikut serta evaluasi dari site plan, AMDAL dan lainnya.
KLIK : Tunggakan BPJS Kesehatan Cabang Bekasi Capai Rp149 Miliar
Tidak hanya itu, ia juga menegintruksikan kepada Camat Pondok Melati, UPTD Wasdal, beserta yang lainnya untuk ikut serta dalam mengawasi pembangunan yang ada, khususnya pembangunan swalayan naga yang sedang berlangsung.
Dalam sidaknya, Rahmat menyarankan untuk saluran air yang di depan gedung swalayan harus dibuat cekung ke atas.
Rahmat juga menyarankan warga melaporkan kepada kepolisian terkait dengan dampak dari pembangunan Swalayan Naga yang merugikan warga setempat. “Sesuai prosedur saja, laporkan karena membahayakan bagi wilayah setempat,” katanya.
Demi kenyamanan warga setempat kata Rahmat, Pemkot Bekasi berterimakasih atas laporan yang sangat sigap. “Kami akan membereskan langsung untuk keamanan warga sekitar dan akan tetap menegur pihak swasta tersebut, Camat akan menindaklanjnjuti kejadian ini,” ucapnya.[ISH/POB]

