
Kebijakan yang memiliki tendensi kecenderungan terhadap eksekutif hanya akan berdampak tidak baik terhadap rakyat.
“Intinya DPRD Kota Bekasi kedepan harus berani membuat ‘cultural hope’ baru terhadap kebijakan rakyat. Tidak abu-abu dalam membuat regulasi atau keputusan kerena kecenderungan keterpihakan kepada eksekutif tinggi tendensinya, akhirnya kepentingan rakyat yang terkorbankan,” tuturnya, kemarin.
Dirgantara menerangkan, 5 tahun belakangan ini ketua DPRD kurang ‘Greget’ sebagai fungsi pengawasan terhadap kebijakan eksekutif. “Perlu adanya keberanian dan ketegasan wakil Rakyat Apa yang diinginkan dari masyarakat terhadap wakilnya itu harus menjadi pertimbangan rakyat sebagai pemilih dalam perhelatan Pileg 2019 mendatang,” tegasnya.
Selain itu, warga kota harus teredukasi. Jangan lagi salah dalam menentukan wakilnya di parlemen.
Saat ditanya, idealnya figur seperti apa yang seharusnya dijadikan pimpinan DPRD? Dirgantara menyatakan sosok tersebut menjadi ikon “Culture Hope”.
“Culture Hope maksudnya figur yang dapat membela dan menyuarakan aspirasi rakyatnya,” pungkasnya.[DNS/POB]

