
Menurut Erni hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas atau mutu air yang diproduksi, sehingga target kontribusi UMKM di sektor air kemasan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat terpenuhi.
“Karena kita ada tuntutan PAD, supaya kita bisa mencapai apa yang di inginkan PAD, memang sebaiknya ada alat-alat yang diperbaharui. Bukan hanya alat yang dianggap sebagai standar saja, karena hari ini mutu dari air sangat di tentukan apalagi di jabar tempatnya air,” ucap Erni disela-sela kunjungan kerja (Kunker) Komisi II DPRD Jabar ke UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Air Minum dalam Kemasan, Kota Cirebon, Rabu 10 Oktober 2018.
Erni menambahkan, para pelaku UMKM air minum dalam kemasan saat ini harus melakukan upaya antisipasi untuk menghindari penurunan kualitas produksinya.
“Untuk menghindari itu kita membutuhkan alat yang komperhensif yang dalam satu alat itu kita mempunyai unsur-unsur yang kemudian bisa diteliti dengan seksama dan sempurna, mulai dari volumenya, baunya, warnanya dan tingkat kejernihannya itu semua harus dipenuhi,” katanya.
KLIK : Monitoring Jembatan Warung Belut, DPRD Jabar: Jalan Kabupaten Bekasi Belum Terintegrasi
“Sehingga kemudian yang kita inginkan sebagai air yang sehat dan baik terutama untuk warga jabar tentunya,” tambah Erni.
Lebih dijelaskannya, perkembangan UMKM sektor air minum kemasan di Jabar tersebar di beberapa wilayah. Salah satunya terdapat di Kabupaten Bogor dan Cirebon yang telah mampu menghasilkan air minum kemasan dengan standar kualitas multinasional.
“Contohnya di Bogor ada 11 perusahaan minuman skala besar skala internasional, untuk di Cirebon itu juga ada karna memang kita punya aliran air tersendiri dari pegunungan di Kuningan dan itu kualitasnya masih sangat bagus dan ini tentunya bukan hanya di Jabar yang bisa menikmati tapi bisa juga sampai ke daerah Jawa Tengah,” terangnya.
Selanjutnya Erni pun mendorong para pelaku usaha di sektor sumber daya air selain untuk menjaga kualitas mutu air, juga melakukan inovasi terkait pemanfaatan sumber daya air yang dimiliki Jabar untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
“Gubernur kita menginginkan Jawa Barat menjadi tujuan wisata dunia dan tujuan wisata lokal maka itu (air) merupakan salah satu unsur yang harusnya menjadi pertimbangan kita semua bahwa itu adalah salah satu yang harus unggul dan baik kondisinya,” pungkas Erni.[REL/POB]

