Bekasi Online

Pembangunan Masjid Al Jabbar Dipercepat

Sekda Jabar Iwa Karniwa tinjau lokasi proyek pembangunan Masjid Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Selasa 27 Februari 2018.[IST]
POSBEKASI.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan percepatan pembangunan Masjid Provinsi Jawa Barat Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung, dengan cara mengajukan pembukaan akses Tol Padaleunyi KM 149 untuk mempercepat diatribusi peralatan dan material bangunan.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan dari rencana awal penyelesaian pembangunan Masjid Al Jabbar sebesar 6,344 persen pada 25 Februari 2018, baru terealisasi 1,541 persen. Keterlambatan ini disebabkan hambatan berupa cuaca.

Iwa mengatakan proses pembangunan masjid terbesar kedua setelah Masjid Istiqlal di Jakarta ini mengalami defiasi 4,803 persen. Hujan besar yang sering turun sejak akhir 2017 menghambat proses pengerukan dan pemasangan tiang pancang.

“Diharapkan pengerukan dan pemasangan tiang pancang yang dibangun di 1.800 titik ini selesai dalam dua bulan, dan sudah ada langkah signifikan untuk lakukan percepatan pembangunan,” kata Iwa saat mengunjungi lokasi proyek pembangunan Masjid Al Jabbar, Selasa 27 Februari 2018.

Percepatan proses pembangunan, katanya, dilakukan untuk mengantisipasi gangguan dan hambatan pembangunan. Di antaranya dilakukan dengan pembukaan akses Tol Padaleunyi KM 149, yang sebelumnya dibuka dan digunakam untuk proses pembangunan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

“Nanti akses KM 149 dibuka, Ini dalam proses pengusulan ke Jasa Marga dan insyaallah Jasa Marga akan merespons dengan baik dalam waktu yang relatif singkat,” kata Iwa.

Pengerukan untuk membangun danau retensi, kata Iwa, dilakukan dengan cara memindahkan tanah atau disposal dari lokasi pembanguan masjid ke atas lahan yang telah disetujui pemiliknya sebagai lokasi pembuangan tanah.

Pengangkutan menggunakan truk hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit ke lokasi pembuangan karena letaknya berdekatan dengan lokasi pembangunan. Ini oun meminimalisasi gangguan lalu lintas akibat aktivitas pengangkutan tanah ini.[REL/POB]

BEKASI TOP