Bekasi Online

Aher Tertarik Teknologi Biosecurity Sterile Insect

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendengarkan penjelasan tentang teknologi biosecurity sterile insect dalam lawatan ke Australia Selatan, Kamis 25 Januari 2018.[IST]
POSBEKASI.COM, RIVERLAND – Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, ke Luxton Research Center di Riverland, Australia Selatan, Kamis 25 Januari 2018, menunjukkan ketertarikannya pada teknik pengendalian hama lalat buah lewat penerapan teknologi biosecurity sterile insect (serangga yang disterilkan).

Seusai meninjau langsung kebun citrus, Aher langsung melanjutkan perjalanannya ke Loxton Research Center. Kehadiran Aher di pusat penelitian itu disambut Loxton and WAaikerie Mr Mayor Leon Stasinowsky.

Menurut Leon, Pemerintah Australia Selatan menghabiskan dana hingga AUS 5 Juta Dollar setiap tahunnya untuk penanganan hama, yang meliputi upaya pencegahan, pencarian, dan pembasmian hama, terutama hama lalat buah yang kerap mengganggu produksi buah-buahan.

“Saya sebagai major sangat sadar terkait produk pertanian dan sangat sadar kalau hama lalat buah harus dicegah untuk meningkatkan produksi pasar internasional, lokal, maupun kawasan ini (Riverland). Pemerintah menghabiskan 5 juta dolar setiap tahunnya hanya untuk memberantas hama ini,” papar Mr Leon.

Mr Leon melanjutkan, selain menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk pengendalian hama, Pemerintah Australia Selatan pun mengeluarkan kebijakan ketat terkait pencegahan hama tanaman.

“Berdasarkan peraturan pemerintah, kami membangun pusat-pusat karantina di sejumlah titik menuju kawasan pertanian. Di pusat karantina tersebut, warga harus memakan atau membuang buah-buahan maupun sayuran secara sukarela yang mereka bawa dari daerah lain,” jelasnya.

Sementara itu, Manager, Plant, and Food Standards Biosecurity SA Mr Geoff Raven memaparkan, biosecurity sterile insect merupakan langkah jitu untuk mengendalikan hama lalat buah. Saat lalat buah mewabah, kata Mr Geoff, lalat-lalat yang telah disterilisasi (mandul) tersebut kemudian dilepasliarkan.

“Saat lalat mewabah, kita lepaskan seribuan lalat steril ini. Lalat yang menyerang kebun akan dibiarkan kawin dengan lalat-lalat steril ini hingga mereka tidak bisa berkembang biak dan mati dengan sendirinya,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Aher mengaku sangat terkesan dengan teknik pengendalian hama yang digagas Loxton Research Center ini. Bahkan, Aher menginginkan teknik biosecurity sterile insect ini diterapkan di provinsi yang dipimpinnya.

“Selain mengusahakan lalat-lalat steril, kami juga membutuhkan kerja sama untuk menghasilkan cairan kimia untuk menangkap lalat buah. Dengan dua cara itu, kami yakin akan sangat menolong petani dalam meningkatkan produksi,” jelas Aher seraya mengakui, pembangunan pusat karantina tidak memungkinkan karena banyaknya kawasan pertanian yang tersebar di Jabar.[PB]

BEKASI TOP