Bekasi Online

Kota Bekasi Raih Penghargaan CFD Indonesia

Walikota Bekasi, Rahmat Effensi, bersama-sama menerima penghargaan CFD Indonesia, Minggu 1 Oktobe 2017.[IST]
POSBEKASI.COM, BEKASI – Car Free Day (CFD) Indonesia kembali membarikan penghargaan kepada Walikota Bekasi, Rahmat Effensi, bersama-sama warga yang sedang melakukan CFD, di Jembatan Fly Over Summarecon, Kota Bekasi., Minggu 1 Oktober 2017.

Hadir mendampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jumhana Luthfi serta jajarannya, berapa pejabat eselon 2 dan perwakilan dari Car Free Day Indonesia.

Albert selaku perwakilan dari CFD Indonesia mengatakan bahwa beberapa minggu yang lalu kami sempat bertandang ke CFD Kota Bekasi dengan tidak memunculkan diri untuk melakukan observasi pada saat pelaksanaan CFD dan bertepatan pada bulan September yang lalu pada tanggal 22 kami memperingati hari Car Free Day se-dunia.

“Kota Bekasi kami lihat banyak peningkatan dalam pelakaanaan CFD-nya, yang pertama kami lihat adalah adanya kanalisasi pemisah antara pesepeda dan pejalan kaki juga pelari,” ujarnya.

“Kota Bekasi juga melakukan penataan yang konsisten dan komitmennya untuk membenahi pedagang kaki lima, ini menjadi salah satu nilai plus dari Kota Bekasi yang memang berbeda dengan kota-kota lainnya dimana pedagang kaki limanya biaa di tata dengan rapi tidak di jalur CFD dan kami melihat banyak sekali tempat sampah yang dapat di akses oleh publik” imbuhnya

Menanggapai hal itu Walikota Bekasi mengungkapkan rasa puji dan syukur karena Pemerintah Kota Bekasi untuk yang kesekian kalinya mendapatkan penghargaan, dan pagi ini mendapatkan penghargaan pengelola CFD tingkat Nasional.

“Kepada pengelola CFD Kota Bekasi saya mengingatkan agar tidak ada senam di badan jalan, senam bisa dilakukan di lingkungan GOR dan di lingkungan Stadion Patriot Chandrabhaga, untuk pedagang kaki lima silahkan berjualan di jalan-jalan penghubung jalan utama jangan di jalan utama” ujarnya.

“Kepada masyarakat saya himbau agar para pejalan kaki atau yang berlari untuk tidak mengambil jalur sepeda, ambil jalur untuk pejalan kaki dan jadikan budaya bersih sebagai karakter, siapa saja yang membawa sampah atau nemu sampah ambil masukkan ke tongsampah kalau gak ada tempah sampahnya masukin dulu sampah keringnya ke kantong,” imbuhnya.

“Kalau masyarakatnya sudah begitu maka tidak hanya dapat penghargaannya tapi dapat juga karakter dan budayanya karena iti yang akan kita bangun,” ungkapnya.

“Sepuluh bulan ini sudah berbagai penghargaan diraih itu bukan karena saya atau pak Syaikhu tetapi karena motivasi warga dan aparaturnya dan penghargaan CFD ini berkat tertib warganya dan budaya yang sudah mulai dibangun,” pungkasnya.[adv/humas]

BEKASI TOP