Bekasi Online

Setelah e-KTP, Giliran Blanko Kartu Bekasi Sehat “Ngadat”

Walikota Bekasi Rahmat Effendi menunjukan Kartu Bekasi Sehat.[IST]
POSBEKASI.COM, BEKASI – Blanko e-KTP yang kini belum tuntas dapat dimiliki warga Kota Bekasi, kini giliran Kartu Bekasi Sehat (KBS) “ngadat” akibat keterbatasan anggaran operasional pengadaan blanko.

Ngadatnya blanko KBS, diakaui Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, karena terbatasanya anggaran sehingga waktu cetak jadi agak lama.

“Dalam sehari hanya sanggup mencetak 1.000 sampai 1.500 kartu. Sementara berkas pengajuan yang masuk bisa 4.000-5.000 per harinya. Jadi tentunya tidak imbang,” kata Rahmat, Selasa 1 Agustus 2017.

Pemko Bekasi yang setahun terkahir ini menggalakan KBS ynag mengalokasikn biaya pencetakan KBS sebesar Rp225 juta diperuntukkan bagi belanja bahan, semisal blanko kartu, film, dan tinta.

Rahmat mengkui, akibatnya sejumlah kendala proses pencetakan KBS yang sebelumnya bisa dinantikan dalam sepekan, kini menjadi lebih lama. “Petugas terkait saat ini baru bisa menyelesaikan pekerjaanya dalam 3-4 pekan sejak berkas masuk. Kecuali untuk kondisi darurat jika warganya sakit dan butuh pengobatan atau perawatan segera, pencetakan bisa ditunggu supaya penanganan medis bisa segera diberikan,” terangny.

Meski keterbatasan yang ada saat ini lanjut Rahmat, pihaknya tetap mengupayakan target pendistribusian 300 ribu KBS bagi warga Kota Bekasi bisa dirampungkan dalam tahun 2017 ini. “Kita targetkan pendistribusian KBS bisa selesai tahun ini juga,” ujrnya.[ISH]

BEKASI TOP