Bekasi Online

Habis Pesta Miras Abang Sepupu Tewas Dibantai dengan Clurit

Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra dan Kapolsek Tambun Kompol Boby Kusumawardhana, Kasat Reskrim AKBP Rizal Naruto, Kasubag Humas Kompol Kontu Bagus dan Kanit Reskrim Polsek Tambun Iptu H Napitupulu.[HSB]
POSBEKASI.COM, CIKARANG – Usai pesta minuman keras (miras) abang sepupu dibantai dengan clurit.

Pelaku RYA alias Ikal bin N, 22 tahun, tega membantai abang sepupunya EF,24 tahun, hanya alasan sombong dan menyebalkan.

Kedua sepupu yang karyawan swasta itu terpisah tempat tinggal, dimana pelaku tinggal di Kampung Cibuntu, Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung. Sedangkan korban tinggal di Kampung Pekopen, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra yang menggelar kasus tersebut di Lobby Mapolrestro Bekasi, mengatakan berawal korban mengajak pelaku untuk minum-minuman keras di Underpass Tambun.

“Ajakan itu disambut pelaku dengan mengajak empat rekannya dan pelaku menghubungi korban untuk bertemu di Kampung Poncol, Desa Tambun. Dimana pelaku menyiapkan clurit yang diambil dari belakang rumah dan kemudian menyimpan di jok sepeda motornya,” kata Kombes Asep didamping Kapolsek Tambun Kompol Boby Kusumawardhana dan Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kompol Kunto Bagus Sediyatmoko.

Sekitar pukul 23:00 lanjut Kombes Asep, korban Toba di Kampung Poncol yang dijanjikan pelaku. Kemudian keenam orang tersebut menggelar pesta minum.

Ditambahkan Kombes Asep, Sekitar pukul 00:30 pada Minggu dinihari, korban mengajak pindah untuk ke Underpass, sambil duduk di trotoar Underpass mereka melanjutkan mengak miras.

“Setelah miras habis, pelaku mengajak pulang, mereka beriringan dengan masing-masing mengendarai sepeda motor, setibanya di seputaran Metland Tambun, tersangka berpura-pura pisah arah. Tapi diam-diam pelaku membuntuti korban. Sampai daerah sepi di Jalan KH Abu Bakar, Desa Setia Darma, pelaku melancarkan niatnya dengan membacok kaki korban. Melihat korban masih bertahan, pelaku kembali mengayunkan clurit yang mengenai tangan tapi korban tetap bertahan diatas motornya. Melihat itu, pelaku kembali membacok yang akhirnya mengenai dada kiri korban,” terangnya.

Pelaku langsung menyimpan cluritnya ke dalam jok motor dan melaju pulang ke rumahnya. Begitu juga korban yang tetap bertahan pulang ke rumahnya dan tidur.

“Paginya korban sempat dibawa keluarga ke rumah sakit, setelah dibawa pulang tidak lama pada Minggu sekitar pukul 10:00 meninggal dunia,” katanya.

Korban yang kemudian di makamkan itu awalnya tidak ada yang menyangka kalau luka tersebut akibat bacokan clurit tersangka.

“Sebelum meninggal kepada keluarga korban mengaku jatuh dari sepeda motornya. Tapi setelah dilakukan penyelidikan oleh Reskrim Polsek Tambun dan memeriksa tersangka didapat alibi dan barang bukti yang akhirnya diakui tersangka bahwa ia yang melakukan pembacokan,” papar Kombes Asep.

Barang bukti yang berhasil disita Polsek Tambun adalah, sebilah clurit milik tersangka yang digunakan untuk melukai korban, satu unit handphone type flip warna hitam, satu unit sepeda motor jenis Vario warna hitam B 6894 FANS dan kaos milik korban yang berlumuran darah.

“Tersangka diduga melakukan tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berencana menyebabkan matinya orang sesuai Pasal 340 subsider 338 subsider 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup,” kata Kombes  Asep.

Licin
Sebelumnya, pelaku yang dikenal licin dan berkelit sudah dua kali diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Reskrim Polsek Tambun tetap tidak mengakui perbuatannya.

“Bahkan dua kali diperiksa, pelaku tetap berkelit tidak mengakui perbuatannya, hingga penyidik sempat kehilangan jejak karena korban sudah hampir dua bulan di makam,” kata Kanit Reskrim Polsek Tambun kepada posbekasi.com, Kamis 6 Juli 2016.[RIK/HSB]

4.

BEKASI TOP