Bekasi Online

Tim Buser Setu Gerebek Panti Pijat, 4 Wanita dan Seorang Pria Tanpa Busana Digelandang

Empat wanita terapis saat dilakukan pemeriksaan di Polsek Setu, Senin 12 Juni 2017 malam.[RED]
POSBEKASI.COM, SETU – Tim Buser Polsek Setu menggelandang empat wanita terapis (pijat) dan seorang pria pasien tanpa busana karena kedapatan saat beroperasi diduga menjadi praktek prositusi.

Keempat karyawan terapis yang tengah beroperasi di Panti Pijat Lestari, Kampung Cikedokan, RT01/02, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, digerebek Tim Buser Polsek Setu, yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Setu Iptu Indon Sitorus.

“Empat wanita dan seorang pria yang menjadi pasien pijat dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangannya,” kata Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, melalui Kasi Humas Polsek Setu, Aiptu Parjiman, kepada posbekasi.com, pada Selasa 13 Juni 2017 dinihari.

Menurut Aiptu Parjiman, keempat wanita terapis tersebut adalah, pemilik Panti Pijat Lestari, SUS,55 tahun, warga Perumahan Grand Mutiara Gading, RT08/02, Desa Telajung Cikarang Barat.

Kemudian, NUR,35 tahun, warga Jati Mulya, RT01/06, Desa Jati Mulya, Tambun Selatan, HES,23 tahun, warga Kampung Cibedug, Cenearang, Cianjur, dan  LER,23tahun,warga Cianjur.

Sementara, seorang pria pasien OSU,42 tahun, warga Jati Mulya, Tambun Selatan, kedapatan saat dipijat tanda berbusana juga kita bawa ke Mapolsek.

Dikatakan Aiptu Parjiman, berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan praktik panti pijat tersebut buka pada bulan Ramadhan, langsung direspon cepat oleh Tim Buser dengan mendatangi dan menggerebek Panti Pijat Lestari, pada pukul 22:20.

“Benar saja, panti tersebut membuka praktek dan saat digerebek didapati empat wanta terapis termasuk SUS pemilik panti, salah seorang diantaranya didapati tengah berada dalam bilik kamar sedang memijat pasien OSU tanpa busana,” katanya.

Tim Buser langsung mengangkut ke limanya ke Mapolsek Setu untuk dilakukan pemeriksaan atas dugaan praktek prositusi yang buka sejak pagi hingga larut malam.

Usai dilakukan pemeriksaan lanjut Aiptu Parjiman, pemilik panti pijat diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak lagi membuka praktik pijatnya.

“Kelimanya tidak ditahan. Ini kali keduanya peringatan yang kita berikan untuk SUS yang pada pekan lalu juga digerebek dan telah membuat surat pernyataan yang sama. Untuk ini kita pertegas, bila kembali kedapatan maka akan kita tindak tegas. Tidak saja meminta Satpol PP untuk menyegel panti pijat itu, tetapi juga pemiliknya akan kita proses secara hukum,” terangnya.[RED]

BEKASI TOP