Bekasi Online

Warga Ciledug Minta Pemkab Tegas Hentikan Yayasan BMC

Spanduk protes warga Desa Ciledug terhdap pembangunan gedung Yayasan BMC.[IST]
POSBEKASI.COM, CIKARANG – Polsek Setu mengamankan jalannya rapat koordinasi antara warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Ciledug (FKMMC) Setu dengan aparat Pemkab Bekasi dan aparat keamanan atas penolakan warga terhadap pembangunan gedung Yayasan Bina Manggala Cemerlang (BMC), di Kampung Ciledug, RT01/01, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Kamis 8 Juni 2017.

15 orang perwakilam warga yang tetap kekeh menolah dan meminta Pemkab Bekasi serta aparat penegak hukum menghentikan pembangunan gedung Yayasan BMC yang dinilai banyak mengakangi peraturan termasuk tidak memiliki izin dan langkah hukum lainnya.

Selain itu Yayasan BMC juga tidak memandang aparat desa setempat yang tidak pernah menyampaikan informasi ke Kepala Desa Ciledug.

“Kegiatan yang dilaksanakan Yayasan BMC tidak pernah memberikan informasi pada aparatur desa Ciledug,” kata Kades Ciledug. Iing Solihin, yang hadir dalam rapat koordinasi penolkan warga terhadap Yayasan BMC di Lantai Dua Ruang Rapat Asisten Adm Kesra Setda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahai, Kecamatan Cikarang Pusat, Kamis 8 Juni 2017.

Sementara, rapat kordinasi tersebut dipimpin langsung Kepala Kesbangpol Pemkab Bekasi Ahmad Kosasih, tampak juga hadir  Kasat IK Polrestro Bekasi AKBP Yuli Haryudo,SE, Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SE, Danramil/06 Setu Kapten Arh N Setia Budi, Kanit Sosbud Ipda Mamun, Camat Setu Adeng Hidayat, Kades Ciledug Iing Solihin, Babinsa Ciledug Pelda Teguh Prabowo, Kasi PMD Setu Erniat,  dan lainnya.

“Koordinasi berlangsung kondusif hingga selesai semua membubarkan diri dengan tertib dan warga kembali ke Desa Ciledug,” kata Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat, usai acara tersebut.

Sebelumnya, keberatan dan penolakan tegas oleh warga pembangunan gedung Yayasan BMC dibekas lahan kandang ayam itu, Kapolsek sempat menyambangi lokasi pembangunan tersebut dan memerintahkan membawa keluar satu unit beco yang ada dilahan tersebut.

“Kami memastikan ke lokasi tersebut tidak ada aktifitas sementara ini dikarenakan adanya protes warga yang keberatan akan didirikannya salah satu pusat pelatihan pusat dan Yaysan BMC. Hal ini guna mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas yang dapat berujung pada kerusuhan atau anarkis dari warga yang memprotes,” terang AKP Agus Rohmat, Selasa 6 Juni 2017.[HSB]

BEKASI TOP