Bekasi Online

Warga Tambun Pencari Kerja di PT EMI Karwang Ditipu Mantan Supir

Tiga korban penipuan calon tenaga kerja saat melapor ke Polsek Tambun.[RIS]
Tiga korban penipuan calon tenaga kerja saat melapor ke Polsek Tambun.[RIS]
POSBEKASI.COM – Mantan Supir PT Exedy Mufacturing Indonesia (EMI) yang berlokasi di Jalan Permata Lima Sinar Baya, Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, tipu enam calon pekerja dan berhasil meraup Rp13,5 juta dari hasil kejahatannya.

Pelaku mantan supir EMI itu diketauhi bernama Widodo melakukan aksi tipunya dengan modus memberitahukan dan menyanggupi calon korbannya melalui BlackBerry Messenger (BBM) Pin D70BCB93.

“Enam korban itu sudah melaporkan ke Polsek Tambun, kini tengah dalam pengusutan dan kita lakukan pengejaran terhadap pelaku penipuan modus memberi pekerjaan,” kata Kapolsek Tambun Kompol Bobby Kusumawardhana kepada Posbekasi.com, Sabtu 22 April 2017.

Menurut Iptu Tri, keenam korban mendatangi Polsek Tambun, Jumat 21 April 2107, untuk melaporkan penipuan tersebut. Dimana keenam korban itu telah mentransfer uang sejumlah masing-masing Rp2,5 juta, dan ada yang Rp 1 juta ke nomor rekening 4121298975 Bank Permata ataasnama Eko Rohmat Widya.

Keenam korban tersebut adalah, Fajar Hadirianto,25 tahun, warga Kampung Bulu Poncol, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, mentrasfer Rp2,5 juta. Kemudian korban Widiawati mentransfer Rp2,5 juta, Fajar mentransfer Rp2,5 juta, Riri mentransfer Rp2,5 juta, Alifah mentransfer  Rp2,5 juta dan Daniel Roberto mentransfer Rp1 juta.

Didampingi Kasi Humas Iptu Tri Mulyono, Kompol Bobby mengatakan, berawal saat korban Fajar yang membutuhkn pekerjaan mengenal korban Widiawati yang kemudian memberitahukan ada lowongan pekerjaan sebagai operator di PT EMI.

“Mendapat informasi tersebut, Fajar menghubungi pelaku melalui BBM setelah di invaite, dan melalui pesan singkatnya pelaku mengaku sebagai HRD dan membenarkan di tempatnya ada lowongan pekerjaan. Selanjutnya korban di suruh menyiapkan berkas lamarannya, korban lebih awal memberanikan diri untuk menembak berkas, dan pelaku kemudian menyuruh korban untuk mentransfer uang senilai Rp2,5 juta ke rekening yang diminta pelaku,” kata terang Kompol Bobby.

Keesokannya kata Kompol Bobby, keenam korban disuruh ke PT tersebut dengan membawa bukti transfer untuk mengambil baju seragam dan ID Card pekerjaan.

“Keenam korban tyang mendatangi PT EMI sangat terkejut ketika Satpam perusahaan tersebut menyatakan pelaku bukanlah HRD melainkan pernah menjadi sopir di PT tersebut yang kini sudah keluar dari perusahaan itu,” ujarnya.

Saat ini polisi tengah mengusut penipuan bermodus tenaga kerja yang dialami keenam korban.

“Kita minta para pencari kerja lebih berhati-hati dan jangan mudah dan langsung mentransfer uang. Sebaiknya bertemu dengan orangnya dan juga mengetahui profil orang tersebut agar benar-benar diketauhi apakah itu benar atau penipuan,” pintanya.[RIS]

BEKASI TOP